Iklan

Jawa Barat Penuhi Test PCR Sesuai Standar WHO

Rabu, 21 Oktober 2020


DEPOK, Progresif.id
- Pengetesan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dilalukan di Jabar sudah memenuhi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni terhadap 1 persen dari total populasi. 


Hal itu dikatakan Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, dalam konferensi pers usai rapat mingguan Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Senin (19/10/2020). 


Kata dia, berdasarkan data Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar (Pikobar) hingga Senin (19/10/2020) pukul 18:00 WIB, terdapat 499.269 tes PCR di Jabar. Merujuk Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jabar, total penduduk Jabar per 2019 adalah 49,3 juta jiwa. 


"Minggu ini Jabar sudah memenuhi standar WHO, tes PCR kami minggu ini sudah 1 persen dari jumlah populasi di angka mendekati 50 juta dari 500 ribu tes PCR. Kami akan terus tingkatkan upaya pengendalian dan peningkatan kapasitas 'testing'," ucap Kang Emil. 


Selain itu, ia mengatakan, hanya terdapat dua Zona Merah atau daerah risiko tinggi di Jabar berdasarkan data periode 12-18 Oktober 2020. 


“Zona Merah sekarang hanya ada dua di minggu ini, yaitu Kabupaten Bekasi dan Kota Cirebon. Mudah-mudahan dengan metode penanggulangan yang terus kita lakukan, Zona Merah bisa nol," ucap Kang Emil. 


Ia pun menjelaskan, tingkat kesembuhan atau 'recovery rate' Covid-19 di Jabar meningkat, hingga per 17 Oktober berada di angka 66,32 persen. Tingkat kematian 'case fatality rate' akibat Covid-19 juga terus menurun, per 17 Oktober 2020 berada di angka 1,86 persen atau lebih rendah 1,61 persen dibandingkan angka nasional 3,47 persen. 


“Saya kira dua kabar baik tersebut bisa menjadi indikator apa yang kita upayakan ini membuahkan sebuah keterkendalian yang membaik, termasuk angka Reproduksi Efektif (Rt) Covid-19 Jabar di angka 1,04 per 17 Oktober 2020," tutur Kang Emil. 


Dari segi pemulihan ekonomi di Jabar, Kang Emil menjelaskan, Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Daerah Provinsi Jabar terus berupaya memulihkan ekonomi dengan strategi yang tepat bagi masing-masing daerah. 


Yaitu, sambung Kang Emil, melakukan kegiatan rekomendasi di level kabupaten/kota, karena setiap kabupaten/kota itu resep ekonominya berbeda, misalnya ekonomi pariwisata resep pertumbuhannya berbeda dengan ekonomi industri. 


"Contohnya untuk Pangandaran dan Karawang tidak bisa disamakan resep pemulihan ekonominya," ujar Kang Emil. 


Ia menambahkan, ekspor Jabar periode Januari hingga Agustus 2020 menyumbang 16,28 persen terhadap ekspor nasional. Rencana pembukaan Tahap I Pelabuhan Patimban pada November mendatang juga dinilai bisa menumbuhkan optimisme pertumbuhan ekonomi di Jabar. 


“Ekspor Jabar itu tertinggi se-Indonesia, jadi hubungan dagang ke luar negeri kita itu masih baik. Apalagi kalau nanti Pelabuhan Patimban bulan depan dibuka, itu akan membantu proses ekspor Jabar yang mayoritas ada di telekomunikasi dan manufaktur,” ucap Kang Emil.


HUMAS JABAR

Kolom netizen

Buka kolom netizen

Lentera Islam


 "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an dan sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya" (Al Qur'an, surat Al Hijr: 9)

Berita Terbaru