Iklan

Ini Kata Bupati Cellica, Selama Menjalani Isolasi Corona di Rumah Sakit

Senin, 13 April 2020
KARAWANG, Progresif.id - Bupati Karawang, Jawa Barat, dr. Cellica Nurrachadiana masih menunggu hasil pemeriksaan swab tes kedua, setelah swab tes pertama dinyatakan oleh dokter negatif Covid-19, artinya Cellica sudah mulai sembuh, setelah dia ditetapkan positif Corona pada Selasa (24/4/2020) lalu.

Dalam akun facebooknya, yang ditulis Minggu (12/4/2020), Cellica menyampaikan, selama menjalani isolasi sekamar bersama ajudannya, Herlin, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang, mereka melakukan banyak kegiatan bermanfaat, seperti membaca buku-buku yang selama ini jarang dilakukan, juga istirahat yang relatif cukup dan teratur.

Juga, makan pun lebih teratur waktunya, khususnya banyak makan buah, sayur dan susu, serta minum obat dan vitamin yang diberikan tim dokter RSUD. Dia berterima kasih kepada para dokter yang merawatnya dengan baik.

Hal terpenting, selama menjalani isolasi, Cellica yang ditemani setia oleh ajudannya, mempunyai waktu luang untuk fokus beribadah, berdzikir, berdo'a memohon ampun kepada Allah SWT, ikhlas dan tawakal dengan ketetapan-Nya.

"Insya Allah dengan ketetapan-Nya kami diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri kami agar lebih baik dan bermanfaat bagi orang banyak," tulis Cellica, dalam status facebooknya.

Dia mengungkapkan apresiasi kepada manajemen RSUD, RS Paru Jatisari, RS Hermina dan RS Primata, semua dokter dan perawat dalam memberikan pelayanan optimal bagi pasien Covid-19.

Diakuinya, para tenaga medis dan non medis di rumah sakit mempunyai semangat tak kenal lelah, sehingga hal itu dijadikan spirit bagi Cellica untuk berjuang melawan Corona yang menyerang tubuhnya.

"Bismillah kita semua diberikan kekuatan untuk sehat, optimis, semangat dan yakin akan ketetapan Allah SWT yang terbaik bagi hamba-Nya," tutup Cellica. (spn)
Kolom netizen

Buka kolom netizen

Lentera Islam


 "Dari Anas bin Malik RA, ia berkata Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa menjadikan akhirat tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kekayaannya di dalam hatinya. Dia akan mengumpulkan segala urusannya yang tercerai berai, dan dunia datang padanya dalam keadaan hina. Dan barang siapa menjadikan dunia tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kefakiran berada di depan matanya. Dia akan mencerai-beraikan segala urusannya yang menyatu, dan tidak datang kepadanya dari dunia kecuali sekadar yang telah ditakdirkan baginya." (HR. Tirmidzi)

Berita Terbaru