Progresif.id – Memasuki usia ke-51 tahun, PT Pupuk Kujang resmi meluncurkan Kujang Prime (Plant Reliability, Integrated & Management Excellence), ekosistem digital terintegrasi yang menjadi bagian dari transformasi perusahaan menuju era industri berbasis kecerdasan buatan (AI).
Direktur Utama PT Pupuk Kujang, Budi Santoso Syarif, mengatakan peluncuran Kujang Prime merupakan langkah strategis perusahaan dalam mempercepat digitalisasi di berbagai aspek operasional.
“Empat aplikasi ini dibuat untuk mempermudah dan mempercepat pekerjaan,” kata Budi, Selasa (9/6/2026) siang.
Menurutnya, transformasi digital tersebut memungkinkan pemantauan operasional pabrik, pengukuran kinerja, hingga aspek keselamatan kerja dilakukan secara real time melalui perangkat genggam.
“Memantau seluruh operasional kini cukup dalam genggaman, sehingga pengambilan keputusan menjadi lebih efisien,” tuturnya.
Ia menjelaskan, digitalisasi juga membantu mendeteksi kendala operasional lebih dini, mempercepat distribusi informasi, mengurangi penggunaan dokumen cetak, serta meningkatkan efektivitas kerja perusahaan.
Pada momentum HUT ke-51, Pupuk Kujang memperkenalkan lima aplikasi unggulan dalam ekosistem Kujang Prime.
Salah satunya Kujang Zenith (Zero Latency Engine for Next Gen Intelligence Technology), platform AI berbasis server internal yang dirancang untuk menganalisis data dan merangkum ribuan dokumen guna mendukung pengambilan keputusan strategis.
Kujang Zenith diperkuat sejumlah agen AI, seperti TAMARA untuk asistensi administrasi, Procure AI untuk optimalisasi proses pengadaan barang dan jasa, serta Plantastic yang berfungsi sebagai konsultan pertanian bagi masyarakat.
Selain itu, terdapat MARS (Management Reporting Application System), dashboard KPI perusahaan yang memungkinkan pemantauan pencapaian target strategis secara fleksibel tanpa harus berada di lokasi tertentu.
"Melalui sistem ini, monitoring kinerja korporasi dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja," ujarnya. [*]
