![]() |
| Sabil Akbar (kemeja putih) usia reses III di Desa Pulojaya, Karawang. Foto: dok. |
Progresif.id - Keberhasilan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) digital tidak hanya ditentukan teknologi, juga kesiapan sumber daya manusia yang terlibat dalam penyelenggaraannya, mulai dari panitia hingga tim sukses calon kepala desa.
Ketua Badan Kehormatan DPRD Jawa Barat, Sabil Akbar menyampaikan, pemungutan suara Pilkades tidak lagi dicoblos menggunakan kertas suara dan celup tinta.
Pemilih cukup hadir ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), melakukan registrasi, lalu memilih calon kepala desa dengan menyentuh foto atau menekan tombol pada perangkat digital yang disediakan.
"Kabupaten Karawang dan Indramayu bahkan telah ditunjuk menjadi wilayah percontohan (role model) untuk Pilkades serentak berbasis elektronik," kata Sabil Akbar.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat, melalui kebijakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), telah mendorong Pilkades elektronik secara masif.
Sistem ini bertujuan mempercepat proses rekapitulasi, meminimalisir kecurangan, dan menghemat biaya logistik, namun tetap menjaga asas rahasia, langsung, umum dan bebas.

