• Jelajahi

    Copyright © Berita Inspiratif Progresif.id
    Berita aktual tepercaya

    Translate

    Kanal Video

    Volatilitas Bukan Alasan Investasi Emas Tak Aman

    Rabu, 15 April 2026


    Progresif.id – Pengamat politik dari Forum Demokrasi Rakyat Madani (FDRM), Dani Satria, menanggapi pernyataan yang menyebut emas tidak lagi menjadi instrumen investasi aman. 


    Dia menilai pandangan tersebut terlalu simplistis dan berpotensi menyesatkan persepsi publik, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang memang sedang bergejolak.


    Dani Satria.


    Menurut Dani, volatilitas harga emas yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir tidak bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa emas telah kehilangan statusnya sebagai safe haven. 


    Ditegaskan Dani, fluktuasi harga merupakan bagian inheren dari dinamika pasar, terutama saat terjadi ketidakpastian global seperti konflik geopolitik, tekanan inflasi dan kebijakan moneter yang berubah-ubah.


    Volatilitas bukanlah indikator bahwa emas menjadi tidak aman, justru dalam sejarahnya, emas selalu menjadi aset pelindung nilai ketika terjadi krisis. 


    "Yang berubah saat ini adalah intensitas dinamika pasar, bukan fungsi dasar emas itu sendiri,” kata Dani Satria, di Kendal, Jawa Tengah, Rabu (15/4/2026).


    Dia menjelaskan, kenaikan dan penurunan harga emas dalam jangka pendek seringkali dipengaruhi oleh faktor psikologis pasar, seperti aksi ambil untung (profit taking) maupun kebutuhan likuiditas investor. 


    Namun, dalam jangka panjang, emas tetap menunjukkan ketahanan sebagai penyimpan nilai yang relatif stabil dibandingkan instrumen lain yang lebih spekulatif.


    Dia juga mengingatkan, narasi yang menyebut emas tidak lagi aman dapat berdampak pada kepanikan investor kecil, terutama masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen tabungan jangka panjang. 


    Dinilai Dani, penting bagi publik untuk mendapatkan informasi yang berimbang dan berbasis analisis komprehensif, bukan sekadar opini yang bersifat reaktif terhadap kondisi sesaat.


    Kata Dani, dalam konteks ekonomi global yang tidak menentu, keberadaan aset seperti emas justru semakin relevan, emas tidak hanya berfungsi sebagai alat lindung nilai terhadap inflasi.


    "Tetapi juga sebagai simbol kepercayaan terhadap stabilitas nilai di tengah ketidakpastian sistem keuangan global,” imbuh Dani.


    Dia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi terkait investasi, keputusan finansial seharusnya didasarkan pada pemahaman jangka panjang dan bukan pada narasi yang bersifat sensasional.


    “Emas tetap memiliki peran strategis. Yang dibutuhkan saat ini adalah literasi, bukan kepanikan,” kata Dani.

    Kolom netizen >>>

    Buka kolom netizen

    Lentera Islam


    "Sesungguhnya sedekah dapat memadamkan murka Allah dan menghindarkan dari kematian yang buruk." [HR. Tarmidzi]

    Berita Terbaru