Iklan




Belum Ada Retribusi Limbah B3

Selasa, 14 April 2020
KARAWANG, Progresif.id - Pemkab Karawang, Jawa Barat belum menerapkan retribusi transaksi limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), padahal keberadaan limbah ini sudah merepotkan alam.

"Pemerintah daerah sebagai administrasi dan tata usaha negara harus lebih peka melihat hal itu," kata Pengurus Cabang Nahdiyin NU Karawang, Ade Hasan, Senin (13/4/2020).

Setiap satu pabrik mengeluarkan limbah B3, perkiraan dihitung sebulan sekitar 3 ton limbah dan ini menjadi beban untuk lingkungan, sehingga harus ada retribusi.

Diakui Ade, ini sudah dia sampaikan ke DPRD dan Pemkab Karawang, dia harap selanjutnya pemerintah bisa mengambil kewajiban retribusi dari transaksi limbah ini. (spn)
Kolom netizen >>>

Buka kolom netizen

Lentera Islam


"Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya pada jalan Allah, bagai sebutir biji yang tumbuh menjadi tujuh tangkai. Pada tiap tangkai itu berbuah seratus biji dan Allah melipat gandakan (pahala) bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah mempunyai karunia yang luas, lagi Maha Mengetahui" (Q.S. 2 Al-Baqarah,: 261)

Berita Terbaru

Kesehatan

+