Iklan

Puluhan Remaja di Bandung Minta Pemerintah Hentikan 'Lock Down'

Minggu, 22 Maret 2020
KOTA BANDUNG - Puluhan remaja di Kota Bandung meminta pemerintah tidak berlebihan dalam menangani COVID-19, sebab hal itu justru membuat masyarakat panik.

Hal itu diungkapkan sekitar 70 massa dalam aksi damai di Perpustakaan Jalanan (Perjal) Kota Bandung, bersama organisasi Himpunan Cendikia Muda Indonesia (HICMI), di Lapangan Babakan Garut Laswi, Kota Bandung, Sabtu (21/3/2020) lalu.

"Kami menuntut kepada pemerintah agar tidak membuat masyarakat panik dan menghentikan 'lock down', sama seperti saat kita menghadapai virus SARS, flu burung dan flu babi," kata Algi, salah satu anggota Perjal.

Kendati begitu, dia selalu berharap wabah Virus Corona segera hilang dan kondisi negara bisa kembali normal.

"Waspada boleh tetapi jangan panik," ucapnya.

Pada kesempatan ini, dia juga tetap mengingatkan agar masyarakat tidak lupa dengan tuntutannya, menolak RUU Omnibuslaw.

"Semoga negeri ini segera pulih kembali dan kita tetap menolak Omnibuslaw dengan berbagai cara," kata dia. (rls/spn)
Kolom netizen

Buka kolom netizen

Lentera Islam


 "Dari Anas bin Malik RA, ia berkata Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa menjadikan akhirat tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kekayaannya di dalam hatinya. Dia akan mengumpulkan segala urusannya yang tercerai berai, dan dunia datang padanya dalam keadaan hina. Dan barang siapa menjadikan dunia tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kefakiran berada di depan matanya. Dia akan mencerai-beraikan segala urusannya yang menyatu, dan tidak datang kepadanya dari dunia kecuali sekadar yang telah ditakdirkan baginya." (HR. Tirmidzi)

Berita Terbaru