Iklan

Program Keluarga Berencana Masih Belum Maksimal

Selasa, 11 Februari 2020

JAKARTA- Program Keluarga Berencana (KB) ‘Dua Anak Cukup’ yang digagas oleh Pemerintah, khususnya yang dijalankan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tidak berjalan baik. Demikian disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI Jefri Romdonny dalam Rapat Dengar Pendapat ( RDP) di Gedung Nusantara II Senayan Jakarta,Selasa (11/2/2020)

Hal ini dibuktikan dengan adanya kenaikan jumlah penduduk usia dini secara siginifikan setiap tahun.

“Berdasarkan data setiap tahunnya, selalu terjadi kenaikan jumlah anak-anak. Padahal program Pemerintah itu dua anak lebih baik. Tentu ini harus dijelaskan,” kata politisi Partai  Gerindra ini saat RDP dengan seluruh jajaran Kementerian Sosial.

Jefri mengatakan jumlah anak-anak yang memasuki masa sekolah juga mengalami kenaikan setiap tahunnya, padahal program ini ditujukkan untuk mengurangi jumlah penduduk dan meminimalkan jumlah kematian dalam proses lahiran.

“Harusnya karena ada program ini, logikanya angka kelahiran harus berkurang. Tetapi malah tidak terkendali. Jadi Pemerintah harus mencari cara agar hal tersebut dapat terselesaikan,” imbuh Jefri.

Untuk itu, kata anggota DPR dapil Jawa Barat IX  semestinya  Pemerintah harus mencari solusi terbaik agar program yang telah direncanakan dapat terlaksana secara tepat dan akurat, namun tidak membuat masyarakat menjadi khawatir.

“Harus cari solusinya agar program tersebut dapat terlaksana dengan baik, tetapi tidak memunculkan rasa khawatir di tengah masyarakat,” pesannya.

Seperti yang diketahui, Pemerintah telah lama mengkampanyekan program ‘Dua Anak Cukup’ kepada masyarakat. Hal tersebut bertujuan agar masyarakat dapat terakomodir secara keseluruhan dan meminimalkan angka kematian ibu dalam setiap kelahiran. Namun program tersebut dinilai masih belum berjalan secara maksimal. (bbs/nt)
Kolom netizen

Buka kolom netizen

Lentera Islam


 "Dari Anas bin Malik RA, ia berkata Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa menjadikan akhirat tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kekayaannya di dalam hatinya. Dia akan mengumpulkan segala urusannya yang tercerai berai, dan dunia datang padanya dalam keadaan hina. Dan barang siapa menjadikan dunia tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kefakiran berada di depan matanya. Dia akan mencerai-beraikan segala urusannya yang menyatu, dan tidak datang kepadanya dari dunia kecuali sekadar yang telah ditakdirkan baginya." (HR. Tirmidzi)

Berita Terbaru