• Jelajahi

    Copyright © Berita Inspiratif Progresif.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kanal Video

    Translate

    Cetak Kader Perempuan, MUI Karawang Gelar Pelatihan Pengurusan Jenazah ‎

    Kamis, 05 November 2026
    MUI Karawang, Jawa Barat.


    ‎Progresif.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karawang menggelar pelatihan pemulasaraan jenazah khusus perempuan. Sebanyak 50 peserta dari berbagai organisasi dan lembaga Islam mengikuti kegiatan tersebut, Kamis (5/11/2026) siang.

    ‎

    Pelatihan pemulasaraan jenazah perempuan.

    ‎Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kaum perempuan dalam mengurus jenazah sesuai tuntunan syariat Islam.

    ‎

    ‎Ketua Panitia, Hj Umi Rohbaniyati mengatakan, pemulasaraan jenazah merupakan kewajiban fardhu kifayah yang tidak hanya menjadi tanggung jawab laki-laki, tetapi juga perempuan.

    ‎

    ‎"Fardhu kifayah itu bukan hanya milik laki-laki, tetapi kewajiban umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan. Karena itu, perempuan juga perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pemulasaraan jenazah," kata Umi.

    ‎

    ‎Menurutnya, peserta mendapatkan pembekalan mengenai tata cara mengurus jenazah, mulai dari memandikan hingga mengkafani sesuai ketentuan agama.

    ‎

    ‎Ia berharap, ilmu yang diperoleh tidak hanya diterapkan untuk kebutuhan pribadi, tetapi juga disebarluaskan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.

    ‎

    ‎"Kami berharap semakin banyak orang yang mahir dalam pemulasaraan jenazah, baik dari organisasi kemasyarakatan maupun perorangan," ungkapnya.

    ‎

    ‎Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Karawang, KH Tajuddin Nur mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut.

    ‎

    ‎Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat agar pengurusan jenazah tidak hanya bergantung kepada amil atau orang-orang tertentu.

    ‎

    ‎Ia menjelaskan, MUI bersama Kementerian Agama sebelumnya telah menggelar pembinaan pemulasaraan jenazah khusus laki-laki secara keliling setiap dua bulan sekali. Kali ini, pembinaan secara khusus menyasar kaum perempuan.

    ‎

    ‎"Kalau untuk laki-laki sudah berjalan melalui kegiatan keliling setiap dua bulan sekali. Sekarang kita memberikan perhatian kepada perempuan dengan menghadirkan organisasi-organisasi Islam yang peduli terhadap pengurusan jenazah perempuan," katanya.

    ‎

    ‎Ia menegaskan, mengurus jenazah merupakan kewajiban fardhu kifayah. Artinya, apabila tidak ada seorang pun yang melaksanakannya, umat Islam di lingkungan tersebut turut menanggung dosa.

    ‎

    ‎Karena itu, pemahaman mengenai tata cara pemulasaraan jenazah sesuai syariat perlu dimiliki seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda.

    ‎

    ‎"Jangan hanya mengandalkan amil atau orang-orang tertentu. Anak muda maupun orang tua harus memiliki kemampuan bagaimana mengurus jenazah. Ini merupakan kewajiban yang sangat penting, tetapi terkadang justru terlupakan," tuturnya.

    ‎

    ‎Ia juga menyinggung pengalaman saat pandemi COVID-19, ketika jenazah Muslim harus menggunakan peti untuk menghindari risiko penularan. Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan pemahaman khusus agar tata cara pengurusan jenazah tetap memperhatikan ketentuan syariat.

    ‎

    ‎"Ketika itu, jenazah Muslim harus menggunakan peti. Karena menggunakan peti, posisi jenazah terkadang tidak sesuai dengan ketentuan syariat. Hal-hal seperti ini perlu dipahami masyarakat," jelasnya.

    ‎

    ‎Ketua MUI Karawang berharap pelatihan tersebut dapat melahirkan kader-kader perempuan yang siap membantu masyarakat dalam pemulasaraan jenazah di wilayah masing-masing.

    ‎

    ‎"Ke depan, MUI juga akan mendorong edukasi keagamaan serupa dengan dukungan Kementerian Agama agar pemahaman masyarakat mengenai kewajiban fardhu kifayah semakin luas," ujar Tajuddin Nur.  [*]

    ‎

    Kolom netizen

    Buka kolom netizen

    GoAds

    Lentera Islam


    Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. (QS. Al Baqarah: 212)

    Berita Terbaru