Progresif.id - Dinamika hubungan antara pengurus partai politik di tingkat basis dan pimpinan daerah yang diusung kini memasuki babak baru di Kabupaten Karawang. Konsolidasi politik tidak lagi cukup hanya mengandalkan seremoni formal di ruang-ruang tertutup seperti gedung pertemuan, aula perkantoran, atau hotel berbintang yang terkesan eksklusif dan terbatas.
Anggota Komisi 1 DPRD Provinsi Jawa Barat, Sabil Akbar, mendorong adanya reorientasi pola komunikasi politik yang lebih cair, terbuka, akrab dan membumi antara seluruh pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) serta Dewan Pimpinan Ranting (DPRT) dengan pimpinan daerah yang merupakan kader murni Partai NasDem.
Saat ini, posisi strategis Wakil Bupati Karawang, H. Maslani dipegang kader utama Partai NasDem, sebuah pencapaian politik yang seharusnya memberikan dampak langsung terhadap keakraban dan kemudahan aksesibilitas bagi seluruh jajaran pengurus partai di tingkat akar rumput.
"Namun, fakta di lapangan menunjukkan, hubungan yang terjalin masih sering kali dirasakan biasa saja atau berjarak sebagian kader di lapangan," kata Sabil Akbar, kepada pengurus partai ranting, saat agenda Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah DPRD Provinsi Jawa Barat, di Cikampek, Karawang.
Hal ini menjadi catatan kritis yang diangkat Sabil Akbar agar jajaran pengurus partai di tingkat kecamatan, seperti DPC Cikampek, dapat mengambil inisiatif mandiri untuk membangun pola silaturahmi yang lebih intensif, akrab dan bernilai kekeluargaan.
Ditegaskan Sabil Akbar, pengurus partai memiliki hak moral dan keorganisasian untuk melakukan kegiatan verifikasi, konsolidasi, maupun silaturahmi berkala secara langsung di kediaman pribadi pimpinan daerah.
Langkah ini dinilai sangat penting agar para pengurus di tingkat basis benar-benar mengenal sosok pimpinan yang mereka perjuangkan secara utuh, bukan hanya dari panggung publik atau media massa, melainkan dari kedekatan personal yang nyata.
Pilihan untuk menyelenggarakan agenda konsolidasi dan verifikasi organisasi di kediaman pimpinan daerah juga membawa pesan efisiensi dan kehangatan hubungan antar manusia yang sejati.
"Pertemuan di tempat kediaman menciptakan suasana diskusi yang jauh lebih santai, jujur dan mendalam mengenai berbagai persoalan kemasyarakatan yang dihadapi warga di desa-desa," kata Sabil, menyarankan agar kader Partai NasDem sering melakukan silaturahmi ke kediaman wakil bupati.
Pola seperti ini jauh lebih efektif untuk menyerap aspirasi riil masyarakat dibandingkan dengan acara-acara seremonial kaku di restoran atau hotel yang sering kali berbiaya tinggi tetapi minim interaksi substantif antara kader dan pimpinan daerah.
Terpenting, bagi pengurus partai adalah memastikan, seluruh proses perjuangan yang telah dilakukan secara berdarah-darah di lapangan mendapatkan saluran komunikasi yang jujur, saling menghargai dan berkelanjutan dengan figur pimpinan yang sedang menjabat di birokrasi pemerintahan.
Melalui dorongan perubahan pola interaksi ini diharapkan, struktur Partai NasDem di Kabupaten Karawang mampu menjadi contoh konkrit pelembagaan politik yang transparan, inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kedekatan tanpa sekat antara pengurus ranting, kecamatan, anggota DPRD, hingga pimpinan eksekutif daerah akan memperkuat solidaritas internal sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai permasalahan publik di daerah.
Kata Sabil Akbar, ketika saluran komunikasi politik tersumbat kekakuan formalitas, maka kerja-kerja kerakyatan akan terhambat, namun ketika silaturahmi dibangun atas dasar keterbukaan dan keakraban, setiap program pembangunan daerah dipastikan berjalan lebih cepat, tepat dan bermanfaat luas bagi seluruh lapisan masyarakat.

