![]() |
| Pipik Taufik Ismail, S.Sos., MM. (tengah) |
Progresif.id – Lemahnya komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang dalam merawat kawasan Cagar Budaya Candi Batujaya kembali menuai sorotan. Situs bersejarah yang semestinya menjadi kebanggaan dan identitas daerah justru terkesan diabaikan dan tidak masuk prioritas kebijakan.
Sorotan tersebut disampaikan Batujaya Cultural Diversity (BCD) selaku juru pemeliharaan Museum Cagar Budaya Candi Batujaya bersama Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PDI Perjuangan, Pipik Taufik Ismail (Kang Pipik). Keduanya menilai pengelolaan kawasan cagar budaya itu carut-marut dan minim dukungan anggaran.
Kang Pipik menegaskan, kondisi Candi Batujaya yang kian memprihatinkan mencerminkan kelalaian Pemda Karawang dalam menjalankan mandat pelestarian warisan budaya. Padahal, Candi Batujaya merupakan aset sejarah bernilai tinggi yang menyimpan identitas dan jejak peradaban Karawang.
"Saya meminta Pemda Karawang benar-benar serius memperhatikan Museum Cagar Budaya Candi Batujaya. Jangan sampai aset sejarah yang menjadi identitas Karawang justru diabaikan oleh pemerintahnya sendiri," tegasnya, Kamis (22/1).
Menurut Kang Pipik, pembiaran kerusakan fisik berpotensi menghilangkan nilai sejarah, fungsi edukasi, hingga peluang pengembangan pariwisata budaya. Alasan keterbatasan anggaran, katanya, tidak bisa terus dijadikan dalih tanpa perencanaan yang jelas, langkah konkret, dan transparansi penggunaan dana.
Kondisi di lapangan bahkan lebih ironis. Juru pemeliharaan Museum Cagar Budaya Candi Jiwa mengungkapkan, fasilitas dasar museum rusak dan tidak terawat. Gerbang mengalami kerusakan, tembok kusam dengan cat mengelupas, serta lingkungan sekitar tampak kumuh.
"Bangunan sudah kumuh, gerbang rusak, cat tembok mengelupas. Bahkan untuk membeli alat pemotong rumput kami harus berutang karena tidak ada dukungan anggaran dari pemerintah," ungkapnya.
Ia menambahkan, pemeliharaan harian museum hanya mengandalkan sumbangan sukarela pengunjung. Tanpa tarif resmi, dana yang terkumpul sangat terbatas dan hanya cukup untuk perawatan seadanya.
![]() |
| Candi Jiwa di Batujaya, Karawang, Jawa Barat. |
Fakta tersebut memperlihatkan jurang antara jargon pelestarian budaya yang kerap digaungkan pemerintah dengan realitas di lapangan.
Karena itu, Kang Pipik mendesak Pemda Karawang segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola dan kejelasan alokasi anggaran pemeliharaan Candi Batujaya.
"Tanpa langkah nyata dan keberpihakan anggaran, pembiaran ini bukan hanya mempercepat kerusakan cagar budaya, tetapi juga mencoreng komitmen Karawang dalam menjaga warisan sejarahnya," kata dia. [*]







