Iklan

Tahan, Jangan Impor Beras

Sabtu, 27 Maret 2021


JAKARTA, Progresif.id
- Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina menyampaikan, pemerintah harus menahan impor beras jika petani padi sedang panen raya. Ia juga menegaskan, pemerintah harus menyelesaikan permasalahan peningkatan kualitas produksi dalam negeri agar dapat meningkatkan mutu produk lokal. 


“Kalau sekarang sedang panen raya, kenapa harus impor? Apakah kita tidak menahan impor tersebut?” kata Nevi, Jum'at (26/3/2021), mempertanyakan terkait kebijakan impor dari pemerintah.


Kata dia, jika impor beras besar-besaran disaat panen, sudah pasti harga barang akan murah, apalagi jika dapat diproduksi oleh masyarakat, harga barangnya akan jatuh.


Dia berharap, proses pengambilan kebijakan impor yang dijalankan oleh negara harus mempertimbangkan supply, demand dan koordinasi antar lembaga negara, agar tidak merugikan masyarakat.


Politisi PKS ini juga mempertanyakan, apakah ada koordinasi yang dilakukan sebelum adanya proses pengambilan kebijakan impor ini.


"Ini dikarenakan adanya pernyataan bahwa Direktur Utama Perum Bulog menyampaikan, tidak adanya koordinasi terkait impor 1 juta ton beras," ucapnya. [dep/es/rls] 

Kolom netizen

Buka kolom netizen

Lentera Islam


"Puasa dan Al-Qur’an itu akan memberikan syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat. Puasa akan berkata, ‘Wahai Tuhanku, saya telah menahannya dari makan dan nafsu syahwat, karenanya perkenankan aku untuk memberikan syafaat kepadanya’. Dan Al-Qur’an pula berkata, ‘Saya telah melarangnya dari tidur pada malam hari, karenanya perkenankan aku untuk memberi syafaat kepadanya’. Beliau bersabda: ‘Maka syafaat keduanya diperkenankan’.” (HR. Ahmad, Hakim dan At- Thabrani)

Berita Terbaru

Opini

+