Iklan

PKA Jadi Aksi Perubahan Indramayu, Taufik: Pejabat Harus Inovatif

Jumat, 03 Juli 2020
INDRAMAYU, Progresif.id - Berakhirnya kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) yang diikuti 30 peserta pejabat eselon III Pemkab Indramayu, Jawa Barat diharap bisa diterapkan di lingkungan kerja dan menjadi aksi perubahan.

Hal itu dikatakan Plt. Bupati Indramayu, Taufik Hidayat, Kamis (2/7/2020) di ruang Ki Tinggil Setda Indramayu, usai penutupan PKA pejabat eselon III Indramayu. Kata Taufik Hidayat,  pejabat administrator eselon III harus memiliki karakter yang inovatif, adaptif, visioner, serta responsif terhadap isu strategis.

"Karena pejabat administrator mempunyai peran penting dalam mencapai visi dan misi pembangunan," kata dia.

Selain itu, pejabat struktural dan jug sebagai pejabat administrator ini harus menjadi teladan di lingkungan kerja masing-masing. Taufik menekankan, pejabat eselon III ini harus mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

"Sehingga muncul semangat pemerintahan yang baik, serta memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat," ucapnya.

Kata dia, aksi perubahan yang telah disusun ini menjadi syarat kelulusan, harus bisa diterapkan dan menjadi komitmen peserta. Dia berpesan, agar pejabat eselon III ini terus  belajar untuk menjalankan roda pemerintahan yang lebih baik di Kabupaten Indramayu.

Di tempat terpisah, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Barat, Dicky Saromi pada video conference bersama Taufik Hidayat menyampaikan, peserta dari Kabupaten Indramayu merupakan peserta yang sangat antusias dalam mengikuti program PKA ini.

Dia harap, ilmu yang telah diperoleh dari program pelatihan ini harus diterapkan di wilayah Kabupaten Indramayu ini, apalagi Kabupaten Indramayu merupakan bagian dari Segitiga Emas Rebana Ayu yang memiliki potensi luar biasa.

Hal senada dikatakan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Indramayu, Wahidin, peserta telah mengikuti jam belajar selama 108 hari dengan media pembelajaran dilakukan secara e-learning.

"Berdasarkan evaluasi terhadap peserta yang meliputi evaluasi substansi, studi lapangan, aksi perubahan dan evaluasi sikap perilaku, sebanyak 30 orang dinyatakan lulus," kata Wahidin. [rls/spn]

Kolom netizen

Buka kolom netizen

Lentera Islam


 "Dari Anas bin Malik RA, ia berkata Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa menjadikan akhirat tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kekayaannya di dalam hatinya. Dia akan mengumpulkan segala urusannya yang tercerai berai, dan dunia datang padanya dalam keadaan hina. Dan barang siapa menjadikan dunia tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kefakiran berada di depan matanya. Dia akan mencerai-beraikan segala urusannya yang menyatu, dan tidak datang kepadanya dari dunia kecuali sekadar yang telah ditakdirkan baginya." (HR. Tirmidzi)

Berita Terbaru