Iklan

Tidak Sholat Berjamaah, Tetap Ada Garansi Bagi yang Istiqomah

Jumat, 27 Maret 2020
Foto: net.
PADA masa pandemi Corona ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menetapkan penutupan sementara masjid-masjid dan mushola agar masyarakat tidak sholat fardu berjamaah untuk sementara waktu, sebab dikhawatirkan ada jamaah yang menularkan Virus Corona ke jamaah lainnya.

MUI menyarankan agar melaksanakan sholat di rumah masing-masing, bersamaan dengan himbauan pemerintah agar tidak keluar rumah selama masa pandemi Corona ini.

Meski tidak sholat fardu berjamaah, termasuk tidak sholat Jum'at di masjid, bagi muslim tak usah khawatir. Meninggalkan sholat berjamaah di masjid bukan kesalahan di masa wabah penyakit saat ini, melainkan untuk kebaikan dan menyelamatkan semua umat dari penyakit.

Seperti dilansir dari Tafsir Al Quran Al Adzhim Ibnu Katsir Surat At Tin ayat 6, bagi muslim tidak usah khawatir dan sedih hati, karena bagi seseorang yang selalu istiqomah di waktu amannya dan selalu mengerjakan shalat fardhu yang lima waktu dengan berjama'ah di masjid atau mushalla, maka Allah SWT akan tetap memberinya pahala seperti biasanya pahala shalat berjamaah, meskipun ia hanya bisa mengerjakannya di rumah.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍ ۗ 

"Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya". (QS. At Tin: 6)

Namun sayangnya, bagi seseorang yang dahulunya tidak istiqomah dan hanya mengerjakan shalat fardhu rawatib seenak hatinya tanpa berjamaah atau hanya waktu Maghribnya saja, maka garansi pahala itu tidak berlaku baginya.

Jadi, tetaplah tersenyum dan optimis, karena Allah Maha Pemurah lagi Maha Bijaksana. (red)
Kolom netizen

Buka kolom netizen

Lentera Islam


 "Dari Anas bin Malik RA, ia berkata Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa menjadikan akhirat tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kekayaannya di dalam hatinya. Dia akan mengumpulkan segala urusannya yang tercerai berai, dan dunia datang padanya dalam keadaan hina. Dan barang siapa menjadikan dunia tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kefakiran berada di depan matanya. Dia akan mencerai-beraikan segala urusannya yang menyatu, dan tidak datang kepadanya dari dunia kecuali sekadar yang telah ditakdirkan baginya." (HR. Tirmidzi)

Berita Terbaru