Iklan

Wakasad: Kita Harus Mencintai Budaya

Minggu, 23 Februari 2020
Wakasad foto bersama rombongan

BATUSANGKAR- Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tatang Sulaiman kunjungi Istano Basa Pagaruyuang Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat dalam rangka kegiatan Bukit Barisan Gowes Ranah Minang 2020. Minggu (23/2/20).

Wakasad sangat mengagumi Istana kebanggaan Sumatera Barat ini. Kekaguman itu diutarakannya, saat berada di Istana, saat melakukan Check Point (CP) pertamanya. Dalam rangka kegiatan Bukit Barisan Gowes Ranah Minang 2020. Even ini diikuti 500-an peserta.

"Istano Basa Pagaruyuang ini amat mengagumkan. Semoga peserta gowes Mangayuah Malinteh Kampuang senang berada di sini,” ujarnya.

Wakasad beserta peserta gowes didampingi Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI MS Fadhilah, dan Danrem 032 Wirabraja Brigjen TNI Kunto Arif Wibowo. Mereka disambut Bupati yang diwakili Sekda Irwandi, beserta jajaran Forkopimda Tanah Datar.

“Kita berhenti di Istano Basa Pagaruyung yang dikenal sebagai peninggalan bersejarah. Kita harus mencintai budaya. Kita melewati daerah-daerah yang memiliki nilai budaya dan sejarah. Sambil bersepeda sehat, kita juga mengenal daerah agar lebih mencintai daerah dan kita pasti akan bangga dengan daerah ini sebagai bangsa Indonesia,” ungkap Tatang.

Sementara itu bupati dalam sambutannya menyatakan, pemerintah daerah menyambut baik kegiatan itu, sekaligus menyampaikan terima kasih kepada Wakasad beserta rombongan yang telah memilih Tanah Datar sebagai lokasi kegiatan.

Bukit Barisan Gowes Ranah Minang 2020 ini menempuh jarak sekitar 104 Km mulai pukul 06.00 WIB dengan titik start dari Jam Gadang Bukittinggi dan Finish di Dermaga Singkarak.

Kegiatan ini dibagi dalam 3 etape yang diantaranya Etape 1 (Jarak 47 Km) Jam Gadang – Pagaruyuang, Etape 2 (Jarak 35 Km) Pagaruyuang – Batu Taba dan Etape 3 (Jarak 22 Km) Batu Taba –Dermaga Singkarak. (nt/mcl/red).
Kolom netizen

Buka kolom netizen

Lentera Islam


 "Dari Anas bin Malik RA, ia berkata Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa menjadikan akhirat tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kekayaannya di dalam hatinya. Dia akan mengumpulkan segala urusannya yang tercerai berai, dan dunia datang padanya dalam keadaan hina. Dan barang siapa menjadikan dunia tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kefakiran berada di depan matanya. Dia akan mencerai-beraikan segala urusannya yang menyatu, dan tidak datang kepadanya dari dunia kecuali sekadar yang telah ditakdirkan baginya." (HR. Tirmidzi)

Berita Terbaru