-->

Iklan

Imbas Wabah Corona Pedagang Buahan di Karawang Lesu

Sabtu, 29 Februari 2020
KARAWANG - Sebulan terakhir beberapa negara di dunia disibukkan dengan wabah virus Corona yang berasal dari Kota Wuhan, Tiongkok.

Dampak virus tersebut mewabah ke semua negara di dunia, tak terkecuali berpengaruh kepada pedagang buah-buahan impor di Karawang.

Seperti yang disampaikan Zenal Arifin, penjual buah-buahan di sekitar Subterminal Lemahabang, Karawang, Jawa Barat.

Menurutnya, saat ini buah impor sangat laku di pasaran, dibandingkan dengan buah lokal, tetapi dengan kejadian wabah Corona, buah tersebut sudah mulai langka.

"Kalaupun ada, harganya sudah naik," ujarnya, Sabtu (29/2/20).

Bukan hanya buah impor yang naik harganya, sekarang buah lokal pun ikut naik, seperti jeruk Medan yang semula Rp12.000/Kg ukuran kecil, sekarang jadi Rp15.000/Kg, kemudian buah naga semula Rp6.500 menjadi Rp10.000, pisang Sunpride Rp180.000/dus atau sebanyak 13kg menjadi Rp215.000/dus.

"Hampir semua buah lokal naik," tandasnya

Untuk buah impor, selain buahan dari Tiongkok, buahan dari Amerika seperti apel merah yang semula Rp550.000/dus atau 18 kg menjadi Rp650.000/dus, kemudian anggur semula Rp65.000 menjadi Rp100.000/Kg dan buah pear semula Rp180.000 sekarang harganya naik Rp250.000/dus atau 15 Kg, itupun sudah langka.

"Saya syukuri saja, ya harus bagaimana, pelanggan banyak yang komplain buah yang mereka inginkan tidak dijual. Saya belanja dari Pasar Induk Cikopo, semua harga sudah naik," jelasnya. (sat)
Kolom netizen

Buka kolom netizen

Lentera Islam


 "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an dan sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya" (Al Qur'an, surat Al Hijr: 9)

Berita Terbaru

Opini

+