Iklan

Jimmy Minta Proyek PLTGU Libatkan Warga Lokal

Kamis, 20 September 2018
KARAWANG, KarawangNews.com - Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Jimmy) menegaskan, pemenang lelang pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Cilamaya Wetan agar tidak mengabaikan kearifan pengusahaan lokal, masyarakat setempat harus diberdayakan sebagai pekerja pembangunan pembangkit listrik tersebut.

Kata Jimmy, dia bersama Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Cilamaya Wetan mendukung penuh PLTGU di Desa Cilamaya dengan luas area 33 Ha, karena ini kepentingan negara, tetapi dia mengusulkan agar perusahaan menggunakan tenaga lokal, misal tukang las, tukang gali, tukang batu, sehingga tidak membawa tenaga kerja dari luar Karawang.

"Ini untuk melahirkan iklim kondusifitas (selama pembangunan PLTGU, red)," " kata Jimmy, saat menemui Muspika Cilamaya Wetan, di kantor camat, Kamis (20/9/2018) siang.

Selain wajib menggunakan tenaga kerja lokal, Jimmy juga meminta kepada perusahaan proyek pembangunan PLTGU dan PT. Pertamina agar memberikan uang garansi bagi pemeliharaan jalan, sebab jika jalan rusak, maka yang bakal dibuli adalah pemerintah kabupaten.

"Nanti akan dibuatkan draft, agar biaya pemeliharaan jalan bisa terjamin," ucapnya.

Di tempat sama, Camat Cilamaya Wetan, Drs. H. Hamdani menjelaskan, penerimaan tenaga lokal sudah dibentuk di Kantor Desa Cilamaya, nanti perusahaan akan meminta tenaga yang sudah dibentuk oleh desa, sehingga masyarakat Cilamaya akan disalurkan satu pintu dan tidak akan menerima tenaga kerja dari luar daerah.

"Permintaan tenaga kerja akan disesuaikan dengan kemampuan masyarakat, kemarin sudah ada permintaan  d untuk jadi sopir, tapi perekrutan ini belum kita sahkan," kata camat. (spn)

Kolom netizen

Buka kolom netizen

Lentera Islam


 "Dari Anas bin Malik RA, ia berkata Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa menjadikan akhirat tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kekayaannya di dalam hatinya. Dia akan mengumpulkan segala urusannya yang tercerai berai, dan dunia datang padanya dalam keadaan hina. Dan barang siapa menjadikan dunia tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kefakiran berada di depan matanya. Dia akan mencerai-beraikan segala urusannya yang menyatu, dan tidak datang kepadanya dari dunia kecuali sekadar yang telah ditakdirkan baginya." (HR. Tirmidzi)

Berita Terbaru