• Jelajahi

    Copyright © Berita Inspiratif Progresif.id
    Berita aktual tepercaya

    Kanal Video

    Dijamin Presiden, 270 Petani Telukjambe Kembali ke Karawang

    Minggu, 07 Mei 2017
    KARAWANG, KarawangNews.com - Perjuangan 270 pengungsi konflik agraria Telukjambe akhirnya menemui titik cerah, setelah lebih dari 8 bulan terlantar di penampungan, Presiden RI, Joko Widodo menyatakan akan menjamin petani Karawang mendapatkan haknya, lahan dan tempat tinggal di Karawang.

    Janji itu disampaikan Presiden Joko Widodo kepada para petani tersebut dalam pertemuan tertutup pada 3 Mei 2017 di Istana Negara Republik Indonesia. Joko Widodo langsung memerintahkan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia, Sofyan Djalil untuk segera memetakan ulang lahan di Telukjambe, untuk diberikan sebagai lahan pengganti bagi warga yang tanahnya telah digusur PT. Pertiwi Lestari ini.

    Selama proses transisi dan pengukuran tanah, Presiden Joko Widodo juga menginstruksikan Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, untuk menampung para petani Karawang di rumah dinas Bupati Karawang. 

    Kementerian Sosial Republik Indonesia juga akan mengalokasikan dana jaminan hidup sebesar Rp 900.000,- per orang per bulan selama 1 bulan, sebagai dana bantuan sosial untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    Pada Sabtu (6/5/2017) malam, sejumlah warga pengungsi itu tiba di rumah dinas bupati Karawang, mereka disambut Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Jimmy) yang sudah menunggu sejak pagi, sementara bupatinya sedang dinas luar.

    Kata Jimmy, masalah pengungsi Telukjambe ini sudah diselesaikan oleh pemerintah pusat, pengungsi akan mendapatkan lahan pengganti seluas 500 meter per kepala keluarga. Luas lahan itu nantinya 200 meter untuk rumah tinggal dan yang 300 hektar untuk bercocok tanam.

    Jimmy beberapa kali dihubungi Sofyan Djalil, menteri meminta agar Jimmy serius menangani masalah ini, sebab penanganan pengungsi konflik agraria ini merupakan atensi langsung Presiden Joko Widodo. 

    Diceritakan Jimmy, setelah menemui presiden, para pengungsi ini awalnya enggan kembali ke Karawang, sebab mereka sudah bosan dengan janji-janji Pemerintah Kabupaten Karawang menyelesaikan sengketa lahan ini. Bahkan, koordinator pengungsi meminta jaminan dari Jimmy, Pemkab Karawang ikut andil membantu pengungsi kembali mendapatkan haknya atas tanah dan lahan garapan pertanian.

    "Sudah ada jaminan dari pusat, makanya saya berani menjamin, apalagi penyelesaian masalah ini merupakan atensi presiden," katanya. 

    Menurut Jimmy, untuk sementara para pengungsi ditampung di rumah dinas bupati yang tidak ditempati bupati. Tempatnya sangat layak untuk menampung 270 orang pengungsi, di rumah dinas ini juga disiapkan dapur umum. 

    "Pemerintah menjamin, sebulan lagi petani ini akan kembali mendapatkan haknya, mereka akan ditempatkan di lahan kosong Perhutani," paparnya. (spn/net)
    Kolom netizen >>>

    Buka kolom netizen

    Lentera Islam


    "Jika engkau mengikuti (kemauan) kebanyakan orang (kafir) di bumi ini (dalam urusan agama), niscaya mereka akan menyesatkan dari jalan Allah. Mereka hanya mengikuti persangkaan belaka dan mereka hanyalah kebohongan" (Q.S Al-An'am Ayat 116)

    Berita Terbaru

    infrastruktur

    +