Progresif.id – Direktur Operasi Perum Bulog, Andi Afdal, langsung turun ke Karawang menyusul keluhan warga terkait kemunculan hama gudang jenis Tribolium di kawasan permukiman sekitar Kompleks Pergudangan BGR. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan cepat sekaligus menjawab keresahan masyarakat.
Andi Afdal didampingi Direktur Operasi BGR, Pimpinan Wilayah Bulog Jawa Barat, serta jajaran Bulog Karawang meninjau langsung gudang yang menjadi sorotan. Gudang tersebut merupakan milik pihak ketiga yang disewa Bulog dan berada berseberangan dengan permukiman warga.
Dalam keterangannya, Andi Afdal menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Ia menegaskan Bulog bertanggung jawab dan tidak akan lepas tangan dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
"Kami dari Perum Bulog tentu bertanggung jawab penuh dan meminta maaf sebesar-besarnya apabila keluhan masyarakat ini menimbulkan ketidaknyamanan. Sejak laporan pertama kami terima, kami langsung bergerak cepat mencari solusi terbaik bersama pengelola gudang," ujarnya.
Menurut Andi, hama Tribolium merupakan hama sekunder yang hidup di sekitar komoditas beras dan bukan hama primer yang merusak kualitas beras secara langsung. Saat ini, di Kompleks Pergudangan BGR tersimpan sekitar 102 ribu ton cadangan beras pemerintah, sedangkan gudang yang menjadi perhatian menyimpan sekitar 30 ribu ton beras.
Ia menjelaskan, Bulog secara rutin menerapkan Program Pemberantasan Hama Gudang Terpadu (PHGT) melalui pemeliharaan kebersihan gudang, penyemprotan (spraying) setiap bulan, serta fumigasi setiap tiga bulan sebagai langkah pencegahan.
"Fumigasi kami lakukan rutin setiap tiga bulan sesuai jadwal. Selain itu, setiap bulan juga dilakukan spraying dan pemeliharaan lainnya sebagai langkah preventif agar hama tidak berkembang," jelasnya.
Meski demikian, Bulog mengakui kemunculan hama Tribolium tidak sepenuhnya dapat dihindari karena hama tersebut mencari sumber makanan di sekitar komoditas beras.
Sebagai tindak lanjut, Bulog bersama pengelola gudang telah beberapa kali berkoordinasi dengan ketua RT, RW, dan perwakilan warga terdampak.
Bulog juga menawarkan penyemprotan (spraying) maupun pengasapan (fogging) di lingkungan permukiman untuk mengendalikan penyebaran hama, dengan pelaksanaan menyesuaikan persetujuan dari masing-masing penghuni rumah.
"Kami tidak akan lepas tangan. Kami akan terus berkoordinasi dengan warga dan memastikan langkah penanganan dilakukan hingga persoalan ini dapat diselesaikan," tegas Andi. [riston]

