Iklan




Diplomat Nigeria Memukul Petugas Imigrasi RI, M. Farhan Angkat Bicara

Sabtu, 14 Agustus 2021

Muhammad Farhan.

Progresif.id
- Anggota Komisi I DPR RI, Muhammad Farhan menyayangkan, hubungan baik Negara Nigeria dengan Indonesia menjadi terganggu, setelah ada insiden personal yang melibatkan diplomat Nigeria dengan petugas Imigrasi RI.


“Saya menyayangkan insiden personal yang melibatkan diplomat Nigeria dengan aparat Imigrasi Kemenkumham," kata M. Farhan, Kamis (12/8/2021).


Meski begitu, dia apresiasi terhadap kerja petugas Imigrasi, sebab bagaimanapun jangan menutup mata pada subjektivitas yang terjadi kepada orang asing yang menolak menunjukkan identitasnya.


Politisi Fraksi NasDem ini mengajak Kementerian Luar Negeri Nigeria membuka komunikasi dengan Indonesia, terkait insiden ini. Ia juga mendesak, agar Kementerian Luar Negeri dan Kemenkumham memperbaiki hubungan baik dengan Nigeria.


“Saya mengajak Kementerian Luar Negeri Nigeria dapat membuka komunikasi dengan RI, untuk menjernihkan permasalahan ini," jelasnya.


Kata M. Farhan, Nigeria merupakan negara sahabat yang erat diplomasinya dengan Indonesia, terutama mitra perdagangan dan investasi bagi RI, diantaranya sumber impor minyak RI. 


Selain itu, Nigeria adalah salah satu sahabat erat Indonesia dalam diplomasi negara Islam di berbagai forum internasional. 


"Menjaga hubungan baik dengan Nigeria sangat strategis," ucapnya.


Sebelumnya diberitakan, insiden antara petugas Imigrasi dengan warga negara asing (WNA) asal Nigeria, berawal ketika petugas Imigrasi mendapat informasi ada sekelompok WNA yang diduga izin tinggalnya telah habis dan menginap di sebuah hotel di Jakarta Selatan. 


Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) DKI Jakarta, Ibnu Chuldun menceritakan, petugas juga mendapat informasi, mereka akan mengadakan pesta di hotel tempat mereka menginap pada Sabtu (7/8/2021) sore. Lalu, petugas Imigrasi mendatangi hotel tersebut.


Kemudian, pihak hotel memberi tahu, para WNA tersebut telah keluar hotel dan berpindah ke apartemen yang masih berlokasi di Jakarta Selatan. 


Di apartemen tersebut, petugas Imigrasi mendapati seorang WNA Nigeria, kemudian petugas menanyakan paspor dan identitas diri, tetapi WNA bersangkutan tidak kooperatif. 


"Karena tidak kooperatif, akhirnya dibawa petugas ke kantor Imigrasi," kata Ibnu, saat ditemui Rabu (11/8/2021).


Dalam perjalanan menuju kantor, WNA yang bersangkutan memukul petugas sehingga harus diamankan, tidak sampai di situ, warga Nigeria tersebut terus berteriak sepanjang perjalanan hingga sampai di Kantor Imigrasi. 


"Padahal, petugas tidak melakukan kekerasan kepadanya," kata Ibnu.


Di Kantor Imigrasi, akhirnya yang bersangkutan mengaku sebagai diplomat dengan menyerahkan Kartu Diplomatik Kedutaan Nigeria. 


“Peristiwa ini sebenarnya tidak perlu terjadi apabila WNA tersebut sejak awal bersikap kooperatif dengan petugas dan terbuka dengan statusnya sebagai diplomat," ujar Ibnu. [ann/sf/rls/spn]

Kolom netizen >>>

Buka kolom netizen

Lentera Islam


"Seandainya anak cucu Adam mempunyai harta sepuluh lembah, tentu dia masih ingin memiliki yang ketiga. Padahal yang mengisi perut anak cucu Adam itu hanyalah tanah". (HR. Muslim)

Berita Terbaru

Kesehatan

+