Iklan

Mantan Ketua PB HMI Bersama Istri Turut Jadi Korban Pesawat Jatuh

Minggu, 10 Januari 2021

JAKARTA, Progresif.id - Mantan Ketua Umum PB HMI 2015-2017, Mulyadi P. Tamsir dikabarkan berada dalam pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Cengkareng-Pontianak yang hilang kontak di Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021) kemarin.


Berdasarkan manifes yang beredar di kalangan awak media, putra kelahiran Kalimantan tersebut diketahui bersama Istri, Makrufatul Yeti Srianingsih yang berasal dari Kota Pontianak, berada dalam penerbangan tersebut.


Kabar duka ramai diperbincangkan beberapa WhatsApp grup HMI, padahal Mulyadi dan Rufa, nama panggilan istrinya, baru melangsungkan pernikahan tanggal 20 November 2020 kemarin di Meranti Ball Room Mercure Hotel, Pontianak.


Sementara itu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, koordinat jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 telah ditemukan pada hari ini, Minggu (10/1/2021) dan Basarnas akan melakukan dua metode pencarian, yaitu di atas dan bawah permukaan laut.


Diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hilang kontak di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, pada Sabtu sekitar pukul 14.40 WIB atau 4 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.


Pesawat ini mengangkut 62 orang, yang terdiri dari 12 kru, 40 penumpang dewasa, tujuh anak-anak dan tiga bayi.


Pesawat Sriwijaya Air sempat keluar jalur penerbangan, yakni menuju arah barat laut pada pukul 14.40 WIB. Pihak Air Traffic Controller (ATC) kemudian menanyakan pilot mengenai arah terbang pesawat, sebelum akhirnya pesawat dilaporkan hilang kontak. [yos/net]

Kolom netizen

Buka kolom netizen

Lentera Islam


 "Dari Anas bin Malik RA, ia berkata Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa menjadikan akhirat tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kekayaannya di dalam hatinya. Dia akan mengumpulkan segala urusannya yang tercerai berai, dan dunia datang padanya dalam keadaan hina. Dan barang siapa menjadikan dunia tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kefakiran berada di depan matanya. Dia akan mencerai-beraikan segala urusannya yang menyatu, dan tidak datang kepadanya dari dunia kecuali sekadar yang telah ditakdirkan baginya." (HR. Tirmidzi)

Berita Terbaru