Iklan

Audiensi Batal, Ghazali Center Menduga DPRD Belum Siap Dicecar Pertanyaan Dana Covid-19

Kamis, 04 Juni 2020

KARAWANG, Progresif.id - Aktivis Ghazali Center kecewa batal audiensi dengan DPRD Karawang, Kamis (4/6/2020) siang, padahal sudah melayangkan surat permintaan audiensi perihal pengawasan legislatif terhadap penggunaan anggaran penanganan Covid-19 pada Selasa (2/6/2020) lalu.

Pimpinan Ghazali Center, Lili Gojali menyampaikan, dari 50 anggota DPRD tidak ada yang bisa ditemui. Dia menduga, para wakil rakyat ini belum siap menjawab pertanyaan terkait transparansi anggaran Covid-19.

"Ini terlepas dari mekanisme politis, yang kami tanyakan tentang peran dewan, yaitu bugeting, controling dan legislasi," jelasnya.

Dia menjelaskan, berdasar sumber data Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Karawang terkait laporan realisasi anggaran percepatan Covid-19, tercatat anggaran biaya tidak terduga (BTT) Rp162 miliar.

"Dengan kurangnya respon DPRD terhadap kegelisahan masyarakat, maka kami menyimpulkan, DPRD Karawang tidak  pro rakyat," tandasnya.

Akibat audiensi batal, para aktivis ini hanya duduk-duduk di luar gedung DPRD, menunggu ketidakpastian sejumlah wakil rakyat yang tidak ada di ruang kerjanya. Padahal, surat audiensi sudah masuk ruang kerja Ketua DPRD, Pendi Anwar sejak Rabu kemarin. [spn]

Kolom netizen

Buka kolom netizen

Lentera Islam


 "Dari Anas bin Malik RA, ia berkata Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa menjadikan akhirat tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kekayaannya di dalam hatinya. Dia akan mengumpulkan segala urusannya yang tercerai berai, dan dunia datang padanya dalam keadaan hina. Dan barang siapa menjadikan dunia tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kefakiran berada di depan matanya. Dia akan mencerai-beraikan segala urusannya yang menyatu, dan tidak datang kepadanya dari dunia kecuali sekadar yang telah ditakdirkan baginya." (HR. Tirmidzi)

Berita Terbaru