Iklan

Sempat Ditolak Warga, Jimmy: Menguburkan Jenazah Hukumnya Fardu Kifayah

Selasa, 07 April 2020
KARAWANG, Progresif.id - Menguburkan jenazah muslim adalah kewajiban bagi yang masih hidup, hukumnya fardu kifayah. Hal ini dikatakan Wakil Bupati Karawang, Jawa Barat, H. Ahmad Zamakhsyari (Jimmy) kepada warga yang bermukim di sekitar Taman Makam Pahlawan (TMP) di Pancawati, Karawang.

"Menguburkan jenazah muslim ini kewajiban bagi kita yang masih hidup, fardu kifayah, jika tidak menguburkannya maka ini dosa besar bagi kita," kata Jimmy, di hadapan warga setempat, Selasa (7/4/2020) siang.

Ini ditegaskan Jimmy, sebab warga di sekitar TMP menolak jenazah yang meninggal terinfeksi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dimakamkan di TMP.

Terlebih, warga mendengar kabar, TMP tidak hanya untuk jenazah Covid-19 asal Karawang, tetapi beberapa daerah termasuk Purwakarta. Dengan tegas Jimmy membantah, itu kabar bohong.

Dijelaskan Jimmy, virus corona akan mati jika inangnya atau orang yang terjangkitnya mati, sehingga virus ini tidak akan mewabah di sekitar pemakaman. Jenazah akan dibungkus kafan sesuai standar World Health Organization (WHO), aman untuk lingkungan.

Diketahui, jenazah yang terinfeksi Covid-19 ini diusulkan akan dimakamkan di TMP Karawang, keputusan ini sudah disetujui Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang, meski belum ada yang dimakamkan.

Mendengar penjelasan itu, akhirnya warga memberi izin jenazah yang terinfeksi Covid-19 untuk dimakamkan di TMP, sesuai standar WHO. (spn)
Kolom netizen

Buka kolom netizen

Lentera Islam


 "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an dan sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya" (Al Qur'an, surat Al Hijr: 9)

Berita Terbaru