Iklan

Akibat Corona Pendapatan Pajak Merana

Jumat, 17 April 2020
KARAWANG, Progresif.id - Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Karawang, Jawa Barat, Hadis Herdiana mengungkapkan, akibat wabah virus Corona, pendapatan pajak daerah menjadi merana.

Itu terjadi setelah diberlakukan 'social distancing' oleh pemerintah, akibatnya pelaku usaha wajib pajak (WP), seperti restoran, hotel dan tempat hiburan tidak memperoleh pemasukan signifikan, bahkan mall tutup, juga sejumlah rumah makan.

"Usaha mereka juga sepi, malah ada yang tutup, sehingga tidak ada pemasukan pajak," kata Hadis, ditemui kemarin.

Capaian realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhitung awal April 2020 ditargetkan Rp930.174.733.000, tetapi realisasinya Rp169.197.052.626 atau hanya 18,9 persen.

Saat ini, Bapenda sedang membuat konsep untuk memberi keringanan kepada wajib pajak, agar tetap bisa membayar pajak selama pandemi Covid-19.

"Kita wacanakan diskon pajak, sebab bagaimanapun pemerintah daerah butuh pendapatan," kata Hadis. (spn)
Kolom netizen

Buka kolom netizen

Lentera Islam


 "Dari Anas bin Malik RA, ia berkata Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa menjadikan akhirat tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kekayaannya di dalam hatinya. Dia akan mengumpulkan segala urusannya yang tercerai berai, dan dunia datang padanya dalam keadaan hina. Dan barang siapa menjadikan dunia tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kefakiran berada di depan matanya. Dia akan mencerai-beraikan segala urusannya yang menyatu, dan tidak datang kepadanya dari dunia kecuali sekadar yang telah ditakdirkan baginya." (HR. Tirmidzi)

Berita Terbaru