Iklan

Quraish Shihab Sebut Virus Corona adalah Syetan, Ini Penjelasannya!

Minggu, 29 Maret 2020
Quraish Shihab. Foto net.
VIRUS sebenarnya bisa dinamai juga sebagai syetan dan virus bukanlah tentara Alloh SWT. Hal ini dikatakan Pakar Tafsir Al Qur'an Indonesia, Quraish Shihab dalam percakapan video di media sosial dengan putrinya, Najwa Shihab, Sabtu (28/3/2020).

Dijelaskan Quraish Shihab, di dalam Al Qur'an dan hadist nabi ditemukan, penyakit diakibatkan oleh syetan, bahkan Nabi Ayub a.s pernah mengatakan, "Syetan telah menimpa aku dengan penyakit yang melelahkan dan menyiksa," dan Nabi Ayub menamai penyakit itu disebabkan oleh syetan.

Kemudian, nabi juga mengisyaratkan virus itu ulah syetan dan jin. Seperti diketahui, jin itu sesuatu yang tersembunyi dan dia hidup dengan virus itu.

"Maka kalau dia syetan, harus kita musuhi dan perangi," tandas Quraish Shihab.

Jadi, Quraish Shihab tidak sependapat Corona Virus Disease (COVID-19) ini adalah siksa Alloh SWT, sebab virus ini melanda orang-orang baik dan tidak berdosa.

"Ini adalah bencana ujian dan peringatan dari Alloh untuk manusia yang selama ini angkuh dan merasa diri mampu melaksanakan sesuatu," ucapnya.

Kata Quraish Shihab, Alloh SWT berfirman dalam Surah Al Anfal, yang isinya agar manusia berhati-hati akan datang suatu bencana ujian yang bisa menimpa bukan saja kepada orang durhaka dan dzolim, tapi kepada semua manusia, sebagai bencana ujian.

"Orang yang dekat kepada Alloh SWT, yang wafat dalam bencana ini, akan mendapat nikmat dan ganjaran-Nya," ungkapnya.

Di dalam Hadits Rasulullah SAW, sambung Quraish Shihab, mereka yang wafat karena tha'un, yaitu nama suatu penyakit di masa nabi, matinya dinilai syahid, tentu saja syahidnya tidak sama dengan mereka yang gugur di dalam peperangan membela kebenaran.

"Syahidnya ini disebut syahidul akhirah, mereka tetap dimandikan, dikafankan dan disholatkan, berbeda dengan yang gugur di jalan Alloh, tidak dikafankan, tidak dimandikan," jelasnya.

Bagi yang meninggal karena virus ini, kata Quraish Shihab, ganjaran yang diperolehnya dari Alloh SWT serupa dengan orang yang meninggal di medan perang. (spn)
Kolom netizen

Buka kolom netizen

Lentera Islam


 "Dari Anas bin Malik RA, ia berkata Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa menjadikan akhirat tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kekayaannya di dalam hatinya. Dia akan mengumpulkan segala urusannya yang tercerai berai, dan dunia datang padanya dalam keadaan hina. Dan barang siapa menjadikan dunia tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kefakiran berada di depan matanya. Dia akan mencerai-beraikan segala urusannya yang menyatu, dan tidak datang kepadanya dari dunia kecuali sekadar yang telah ditakdirkan baginya." (HR. Tirmidzi)

Berita Terbaru