-->

Iklan

Pilkada, Politik Dinasti Tumbuh Subur

Senin, 03 Februari 2020


Oleh : Mario De Jesus

Selama masih berjalannya pemilihan maka politik diniasti pun akan terus bertumbuh subur di Negeri yang kita cintai ini. Karena, politik  dinasti muncul untuk terus mengamankan jabatan sang petahan agar tidak direbut atau jatuh kepada orang lain.

Tentunya, politik dinasti pun secara otomasti akan mengelompok masyarakata menjadi dua bagian. Pertama, masyarakat yang mendukung politik dinasti, dan kedua, masyarakat yang tidak mendukung politik dinasti. Masyarakat, yang tidak mendukung politik dinasti akan mencari jalan keluar untuk mengusung kandidat lain atau penantang untuk melawan sang politik dinasti.

Politik dinasti nyatanya tidak hanya mewabah di Indonesia. Banyak negara yang berkonsep demokrasi pun tak lepas dari fenomena semacam ini. Bahkan, Negara adidaya, Amerika Serikat pun pernah menerapkan politik dinasti. Selain itu, di Asia dan India juga pernah melahirkan sang pemimpin secara turun temurun dari keluarga mereka.

Bahkan, sekelas Presiden George Walker Bush  yang memicu kontroversi ketika memimpin negeri paman sam karena memutuslkan agresi ke Timur Tengah melahirkan dinasti politik. Iya merupakan anak dari George Herbert Walker Bush yang pernah memimpin Amerika Serikat pada tahun 1989 – 1993.

Selain itu, Hilary Clinton yang merupakan istri dari Presiden ke 42 Amerika Serikat Billy Clinton yang sempat maju dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat pada 2017 lalu, yang menantang Donald Trump dan dalam kompetisi tersebut Hilary Clinton kalah dari Donald Trump.

Selain itu, dinasti politik yang sangat terkenal pun mucul di India yang berasal dari keluarga Jawaharlal Nehru. Nehru merupakan, Perdana Menteri di Negara anak benua tersebut. Anaknya, Indira Gandhi, jabatan tersebut diperoleh untuk menggantikan posisi ayahnya yang ditembak mati.

Sementara itu, di Indonesia sendiri praktek dinasti politik bukalah barang baru, mulai dari zaman kerajaan hingga rezim orde baru praktek dinasti politik pun terus berkembang hingga saat ini.

Sejak di dibebaskannya atau dilegalnya politik dinasti Indoensia melalui putusan Mahkama Konstitusi (MK) yang memperbolehkan pencalonan keluarga Incumben dalam pemilihan umum di Indonesia. Dengan demikian, sejak pemilihan serentak 2018 lalu, banyak bermunculan politik dinasti yang terlihat dari majunya anak, adik, kakak, menantu dalam pesta demokrasi tersebut.

Selain itu, soal pilihan dari masyarakat untuk Pasangan calon dinasti dan yang bukan dinasti itu meruapkan hak demokrasi yang tidak ada intervensi baik secara hukum maupun secara politis. Karena pada dasarnya, tidak ada aturan yang melarang masyarakat untuk tidak pasanga calon dinasti.
Tapi, tidak menutup kemungkin kalau calon pasangan dinasti itu selalu menang. Buktinya, banyak Kepala dari non dinasti menang melawan pasangan dinasti. Kuncinya adalah, terus melakukan pendidikan politik yang menyentuh di hati masyarakat maka hasilnya akan maksimal.  Karena, pendidikan politik merupakan penyadaran kepada masyarakat secara persuasive dan tersentuh hati.

Demikian sudah tulisan ini. Ketika dalam tulisan ini terdapat kekurang redaksi dimaklumkan saja. Selamat membaca semoga bermanfaat dan menjadi referensi tambahan untuk teman-teman semua…….
*Penulis adalah Aktivis Suara Anak Desa Kupang (NTT)

Kolom netizen

Buka kolom netizen

Lentera Islam


 "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an dan sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya" (Al Qur'an, surat Al Hijr: 9)

Berita Terbaru

Opini

+