Iklan

Radikalisme Sudah Menyasar Pelajar

Senin, 17 Juli 2017
KARAWANG, KarawangNews.com - Program sekolah yang melibatkan orangtua dan anak dianggap cara efektif membantu pengawasan perkembangan anak, mengingat saat ini ancaman radikalisme sudah menyasar pelajar. 

Seperti diungkapkan Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Sukiman, Senin (17/7/2017) pagi saat memantau siswa baru di SMPN 1 Karawang Barat.

"Kedekatan anak dan orang tua di sekolah harus dilakukan, sehingga orang tua bisa mengetahui langsung perkembangan anaknya," kata Sukiman, didampingi Kabid PAUD dan Dikmas, Dinas Pendidikan Karawang, Amid Mulyana dan Kepala SMPN 1 Karawang Barat, Rukmana.

Kata dua, sekolah tidak hanya mengajarkan mata pelajaran, tetapi menjadi wadah pengembangan siswa. Jika bisa, ekstra kulikuler harus banyak dan siswa diajak memilih sesuai keinginan, agar aktivitas siswa tersalurkan melalui kegiatan positif.

"Jangan sampai orangtua tidak tahu apa-apa yang dilakukan oleh pihak sekolah terhadap anak-anaknya," ujarnya.

Di tempat sama, Rukmana menjelaskan, sekolahnya memiliki 24 ektra kurikuler olahraga dan kesenian. Pihaknya juga mendorong agar siswa didiknya memilih kegiatan sesuai keinginan. (spn)
Kolom netizen

Buka kolom netizen

Lentera Islam


"Puasa dan Al-Qur’an itu akan memberikan syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat. Puasa akan berkata, ‘Wahai Tuhanku, saya telah menahannya dari makan dan nafsu syahwat, karenanya perkenankan aku untuk memberikan syafaat kepadanya’. Dan Al-Qur’an pula berkata, ‘Saya telah melarangnya dari tidur pada malam hari, karenanya perkenankan aku untuk memberi syafaat kepadanya’. Beliau bersabda: ‘Maka syafaat keduanya diperkenankan’.” (HR. Ahmad, Hakim dan At- Thabrani)

Berita Terbaru

Opini

+