Iklan

ASN yang Gabung HTI Bakal Disanksi

Rabu, 26 Juli 2017
KARAWANG, KarawangNews.com - Pemerintah Kabupaten Karawang menegaskan sejumlah aparatur sipil negara (ASN) yang tergabung dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) bakal diberikan sanksi tegas.

Diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKSDM) Asep Aang Rahmatullah, jika sanksi terhadap ASN yang masih melakukan kegiatan HTI tersebut, berdasarkan dengan Peraturan Pemerintah nomor 53 Tahun 2010 mengenai kewajiban PNS.

Dalam aturannya, jabatan sebagai ASN berkewajiban untuk sepenuhnya mengabdi terhadap Pancasila, Undang-undang Dasar 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Hal ini terkandung dalam Pasal 3 Ayat 3. Dan itu sudah sangat jelas. Bahkan dalam pelantikan pun disebutkan jika negara kita ini adalah Pancasila, UUD 45 dan NKRI. Jadi kalau mengingat dengan HTI yang dinilai Pemerintah sebagai Ormas anti Pancasila, maka PNS yang mengikuti HTI akan mendapatkan sanksi," katanya, Rabu (26/7/2017).

Aang menyebutkan sanksi yang diberikan terhadap para ASN juga tercantum dalam pasal 4 ayat 3. Dimana para ASN, dapat dikenai hukuman penurunan jabatan terendah dalam waktu 3 tahun atau dilakukan pemberhentian secara tidak hormat.

"Mungkin Mendagri sudah membaca mengenai aturan ini," jelas Aang.

Sementara itu untuk mengindentifikasi ASN yang mengikuti HTI tersebut, pihaknya meminta seluruh jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melaporkan kepada pihak BKSDM.

"Nanti kita akan meminta laporan dari kepala dinas atau badannya langsung," ujarnya. (wan)
Kolom netizen

Buka kolom netizen

Lentera Islam


"Puasa dan Al-Qur’an itu akan memberikan syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat. Puasa akan berkata, ‘Wahai Tuhanku, saya telah menahannya dari makan dan nafsu syahwat, karenanya perkenankan aku untuk memberikan syafaat kepadanya’. Dan Al-Qur’an pula berkata, ‘Saya telah melarangnya dari tidur pada malam hari, karenanya perkenankan aku untuk memberi syafaat kepadanya’. Beliau bersabda: ‘Maka syafaat keduanya diperkenankan’.” (HR. Ahmad, Hakim dan At- Thabrani)

Berita Terbaru

Opini

+