• Jelajahi

    Copyright © Berita Inspiratif Progresif.id
    Berita aktual tepercaya

    Kanal Video

    Karawang Raih Penghargaan HAI 2016

    Minggu, 23 Oktober 2016
    KARAWANG  - Tiga warga belajar asal Karawang, Jawa Barat meraih juara nasional di Hari Aksara Internasional (HAI) 2016 yang diselenggarakan di Kota Palu, Sulawesi Tengah pada 20 Oktober 2016. Piagam untuk ketiga warga belajar ini diserahkan Dirjen PAUD dan Dikmas, Haris Iskandar kepada Ketua PKBM Al Muhajirin Lemah Ahang, Rohman S.Pdi.

    Ketiga warga belajar itu yakni Herti, juara kategori keaksaraan dasar menulis. Kemudian Ani, juara dua keaksaraan dasar membaca dan ketiga yaitu Mimin Mintarsih, juara harapan satu katagori keaksaraan usaha mandiri.

    Usai menerima piagam, Ketua PKBM Al Muhajirin, Rohman S.Pdi menyatakan, bersyukur Karawang tak hanya menghadiri acara HAI di Kota Palu, tetapi melalui piagam yang dia terima ini, masyarakat Karawang bisa memperlihatkan prestasinya. Prestasi ini tentunya tak lepas upaya Bidang PNFI dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang yang terus memotivasinya.

    "Kepada seluruh tutor PKBM Al Muhajirin yang sudah ikhlas mencedaskan masyarakat, ini berkat kerja kalian, kita bisa menjadi yang terbaik," kata Rohman, merasa gembira.

    Kepala Disdikpora Karawang Drs. H Dadan Sugardan, M.Pd melalui Kepala bidang PNFI Amid Mulyana, SE.MM mengaku, sangat mengapresiasi prestasi yang dicapai oleh warga belajar PKBM Al Muhajirin Lemah Abang, tentunya semua ini hasil kerja kerja keras bersama seluruh stakeholder pendidikan nonformal di kabupaten.

    "Kami berharap prestasi ini bisa diikuti oleh teman-temen yang lain," ucapnya.

    Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Haris Iskandar PHD menegaskan, ada beberapa poin yang perlu dilakukan pertama menumbuhkan kesadaran akan motivasi belajar lemahnya motivasi belajar merupakan akar permasalahan dalam usaha pemberantasan buta aksara, maka perlu adanya kesungguhan dalam membangun motivasi belajar kedua melakukan kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta dalam upaya gerakan masif pemberantasan buta aksara.

    Di tingkat nasional selama satu dekade ini program penuntasan tuna aksara di Indonesia telah menunjukkan hasil yang positif jika pada tahun 2005 penduduk tuna aksara mencapai 9,55% atau masih 14,89 juta orang, maka pada tahun 2015 telah turun menjadi 3,43% atau 5629943 juta orang.

    Capaian tersebut menunjukan, Indonesia telah berhasil melalui target Deklarasi Dakar tentang Pendidikan Untuk Semua (PUS! atau Education for All (EFA) yaitu pada tahun 2015 Indonesia dapat menurunkan separuh penduduk tuna aksara.

    Puncak acara HAI digelar di Palu Sulawesi Tengah ini dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Profesor dr. Muhajir Efendi. Beberapa agenda yang sudah disiapkan adalah festival budaya baca di sejumlah workshop atau bengkel literasi yang mengundang komunitas literasi dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

    Selain itu, diselenggarakan seminar nasional percepatan tuna aksara yang dihadiri sejumlah kepala dinas dan pengambil kebijakan di daerah terdapat juga pameran hasil karya warga belajar keaksaraan dan lomba-lomba keberaksaraan.

    Kegiatan ini juga dihadiri oleh para kepala dinas provinsi dan beberapa kepala dinas pendidikan kabupaten terpilih, kepala UPT Pusat Ditjen PAUD dan Dikmas, lembaga atau organisasi mitra penyelenggara program penerima sejumlah penghargaan bagi pegiat dan lembaga PKBM berprestasi BBM kreatif dan penghargaan bidang pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat lainnya, serta warga belajar pasca program pendidikan keaksaraan dasar dan warga masyarakat lainnya.

    Acara Puncak hai yaitu Talk Show upaya percepatan penuntasan tentang saya di Indonesia, rakor evaluasi capaian program pendidikan keaksaraan tahun 2016, festival literasi dalam rangka Gerakan Indonesia Membaca (GIM), pameran produk unggulan PKBM dan satuan pendidikan non formal lainnya.

    Meskipun upaya pemberantasan buta aksara harus dilakukan namun tak lepas dari sejumlah kendala dan tantangan seperti misalnya faktor kemiskinan lokasi yang tak terjangkau atau di pelosok dan kurangnya motivasi belajar kendala-kendala, ini harus menjadi perhatian dari pemerintah pusat dan daerah untuk segera diatasi. (spn)
    Kolom netizen >>>

    Buka kolom netizen

    Lentera Islam


    "Jika engkau mengikuti (kemauan) kebanyakan orang (kafir) di bumi ini (dalam urusan agama), niscaya mereka akan menyesatkan dari jalan Allah. Mereka hanya mengikuti persangkaan belaka dan mereka hanyalah kebohongan" (Q.S Al-An'am Ayat 116)

    Berita Terbaru

    infrastruktur

    +