![]() |
| Aksi damai dan konferensi pers Partai NasDem Jawa Barat. Foto: Gifari. |
Progresif.id - DPW Partai NasDem Jawa Barat menuntut media Tempo menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan tertulis, jika tidak dipenuhi Partai NasDem akan menempuh jalur hukum.
Hal itu disampaikan Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat, Mamat Rachmat, saat aksi damai dan konferensi pers di Sekretariat DPW Partai NasDem, Jalan Cipaganti, No. 158, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (15/4/2026) siang.
Aksi damai dan konferensi pers ini dihadiri kader dan pengurus Partai NasDem se-Jawa Barat, solidaritas dan konsolidasi internal Partai NasDem se-Jawa Barat ini menyatakan tersinggung dan tersakiti, sebab pemberitaan tersebut menodai Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.
"Seluruh kader di Jawa Barat tetap solid dan merasa tersakiti atas pemberitaan tersebut. Sementara, kami fokus membangun partai dengan nilai-nilai luhur untuk memperbaiki bangsa dan negara,” tandasnya.
Tuntutan ini dilakukan setelah media Tempo membuat berita berjudul 'PT NasDem Indonesia Raya Tbk' dengan karikatur Surya Paloh.
![]() |
| Karikatur Surya Paloh pada sampul media Tempo. |
Kata Mamat Rachmat, itu menunjukkan adanya framing yang disengaja, mengarahkan persepsi Partai NasDem adalah entitas komersial.
"Ini jelas bertentangan dengan nilai, ideologi dan esensi gerakan restorasi yang diusung Partai NasDem," katanya.
Di tempat terpisah, Pemimpin Redaksi Tempo, Setri Yasra menyampaikan, pihaknya menghormati segala bentuk penilaian soal pemberitaan yang diterbitkan medianya, terkait NasDem merger dengan Gerindra yang berkarikatur Surya Paloh tersebut.
"Penilaian tentang liputan Tempo, tentu menjadi hak semua pihak, bagi kami, penilaian itu bisa menjadi feedback," kata Setri dikonfirmasi, Selasa (14/4/2026).
Kata dia, liputan jurnalistik tidak otomatis selesai ketika sudah terbit atau tayang. Namun begitu, dia menghormati penilaian pembaca terhadap pemberitaan medianya.







