• Jelajahi

    Copyright © Progresif.id - Berita Inspiratif
    Berita aktual tepercaya

    Iklan




    Mesothelioma, Kanker Paru Berbahaya Akibat Serpihan Debu

    Senin, 12 Juli 2021


    Progresif.id
    - Mesothelioma jenis kanker berbahaya di dunia yang saat ini masih memiliki sedikit pasien akibat terlalu banyak menghirup serpihan dan debu berbahan dasar asbes.


    Dikutip dari halodoc, pasien yang mengalami ini akan merasakan gejala sesak nafas, mudah lelah, batuk berkepanjangan, nyeri dan penurunan berat badan, akibat pengeroposan organ dalam, seperti jantung, paru-paru, serta lapisan kandung kemih. 


    Gejala mesothelioma berbeda-beda berdasarkan lokasi sel kanker berada, mesothelioma pericardial menyebabkan sakit dada dan kesulitan bernapas, sementara mesothelioma tunica vaginalis akan menunjukkan gejala-gejala berupa pembengkakan pada testikel.


    Mesothelioma paling sering menyerang mesothelium paru-paru (disebut mesothelioma pleural). Mesothelioma pleural memiliki gejala batuk disertai rasa sakit yang tidak tertahankan, napas yang pendek akibat terjadinya penumpukan cairan di dada, benjolan tidak biasa pada jaringan di balik kulit dada, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.


    Mesothelioma adalah kanker yang menyerang mesothelium, yaitu lapisan jaringan tipis yang menyelimuti hampir sebagian besar organ bagian dalam. Beberapa organ tubuh yang memiliki mesothelium antara lain, paru-paru (pleura), perut (abdomen), jantung (pericardial) dan testikel (tunica vaginalis) yang tergolong agresif.


    Meski penyebab pasti mesothelioma belum diketahui, faktor risiko utama dari mesothelioma adalah asbestos. Penyakit ini tergolong jarang ditemui sebelum penggunaan asbestos secara komersial dimulai. 


    Asbestos adalah mineral yang digunakan sebagai bahan untuk membuat rem, lantai, atap dan penyekat, beberapa faktor risiko lainnya yaitu laki-laki, usia lebih dari 65 tahun, serta lingkungan yang terpapar asbestos.


    Selain dari anamnesis dan gejala, pemeriksaan lanjut yang dilakukan untuk mendiagnosis mesothelioma, antara lain X-ray untuk memeriksa jika ada kelainan di dada dan CT scan untuk memeriksa area dada dan perut. 


    Kemudian, biopsi menggunakan jarum halus kecil atau dengan laparoskopi maupun torakoskopi juga sangat membantu untuk diagnosis tetap.


    Beberapa langkah pengobatan mesothelioma yang umumnya dilakukan seperti kemoterapi dan radioterapi, pembedahan dilakukan untuk mengangkat kanker yang umumnya masih berada pada tahap awal perkembangan penyakit, walau pada beberapa kasus tetap tidak berhasil mengangkat sel-sel kanker sepenuhnya.


    Untuk pencegahan, khususnya untuk pekerja pabrik, harus menggunakan pengaman terutama masker dan rutin melakukan pengecekan tubuh terutama paru-paru.  


    Jika mempunyai faktor resiko salah satunya terpapar asbestos dan memiliki gangguan pernapasan serta batuk yang cukup lama, diharap untuk cek kesehatan ke dokter yang ahli. [red]

    Kolom netizen >>>

    Buka kolom netizen

    Lentera Islam


    "Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu" (QS Al Baqarah: 45)

    Berita Terbaru

    Kesehatan

    +