Iklan

Ini Penyebab Karawang Zona Merah Covid-19 Tujuh Minggu

Senin, 01 Februari 2021

KARAWANG, Progresif.id – Ketidakdisiplinan industri di Kabupaten Karawang, Jawa Barat tidak melaporkan karyawannya  yang positif Covid-19, diyakini menjadi penyebab kabupaten ini masuk kategori zona merah selama tujuh minggu.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta, kalangan industri cepat melaporkan kasus terkonfirmasi positif yang terjadi di pabrik ke Satgas Covid-19 Karawang, supaya pelacakan bisa dipercepat dan penularannya ditekan. 

"Jadi kasusnya ada, tapi tidak dilaporkan,  keterlambatan pelaporan ini membuat tracing telat, maka kasus banyak," ungkap Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, Jumat (29/1/2021) saat memantau langsung kondisi Karawang.

Gubernur bersama jajaran Satgas Covid-19 datang ke Karawang untuk membedah sejumlah permasalahan penanganan Covid-19. Sebab, selama tujuh minggu Karawang terus-menerus berstatus zona merah.

Kang Emil meminta satgas Covid-19 pabrik lapor secepatnya apabila ada karyawannya terkonfirmasi positif Covid-19, ia menjamin seluruh biaya perawatan dan ruang isolasi ditanggung pemerintah.

Hingga Jumat (29/1/2021) kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Karawang tercatat 9.379 orang, 7.927 sembuh, 1.309 dirawat dan 199 orang meninggal dunia. 

Di hadapan Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana, Kang Emil menekankan agar pemerintah daerah terus menyemangati warga melakukan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Pemkab Karawang juga diharapkan lebih meningkatkan 3T, yaitu testing, tracing dan treatment, agar kasus dapat ditekan. [rls/spn]

Kolom netizen

Buka kolom netizen

Lentera Islam


 "Dari Anas bin Malik RA, ia berkata Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa menjadikan akhirat tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kekayaannya di dalam hatinya. Dia akan mengumpulkan segala urusannya yang tercerai berai, dan dunia datang padanya dalam keadaan hina. Dan barang siapa menjadikan dunia tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kefakiran berada di depan matanya. Dia akan mencerai-beraikan segala urusannya yang menyatu, dan tidak datang kepadanya dari dunia kecuali sekadar yang telah ditakdirkan baginya." (HR. Tirmidzi)

Berita Terbaru