Iklan

Krisis Kepemimpinan, Syaefudin Dianggap Pantas Pimpin Golkar Indramayu

Senin, 18 Mei 2020

INDRAMAYU, Progresif.id - Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Syaefudin dianggap pantas memimpin Ketua DPD Partai Golkar Indramayu, di tengah krisis kepemimpinan partai tersebut di kota mangga ini.

Seperti dikatakan Ketua Pengurus Kecamatan Partai Golkar, Kuswanto, Minggu (17/5/2020), saat ini sebanyak 18 Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Kabupaten Indramayu meminta Syaefudin berkenan memimpin Partai Golkar Kabupaten Indramayu.

Diakuinya, kini di Indramayu sedang mengalami krisis kepemimpinan Partai Golkar, maka ini momen reformasi total Partai Golkar Kabupaten Indramayu melalui Musyawarah Daerah (Musda) yang akan dilaksanakan beberapa bulan mendatang.

"Hal yang sangat penting adalah memilih figur pemimpin yang reformis, humble, dengan track record yang jelas, tidak pernah terlibat kasus korupsi atau memakai posisi partai untuk keuntungan diri dan menjadikan partai seperti milik pribadi atau kelompoknya," kata Kuswanto.

Selain itu, figur pemimpin partai jangan serta merta mempertahankan kekuasaan atas nama partai untuk kepentingan pribadi, terlebih membungkam perbedaan pendapat dengan memecat atau mengancam kader dan anggotanya sendiri.

Kata dia, saat ini semua partai politik sudah menyiapkan strategi untuk memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang rencananya dilaksanakan akhir tahun 2020 ini. 

"Kami sudah jauh hari sudah mempersiapkan Pilkada secara matang," ujarnya. [spn]

Kolom netizen

Buka kolom netizen

Lentera Islam


 "Dari Anas bin Malik RA, ia berkata Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa menjadikan akhirat tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kekayaannya di dalam hatinya. Dia akan mengumpulkan segala urusannya yang tercerai berai, dan dunia datang padanya dalam keadaan hina. Dan barang siapa menjadikan dunia tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kefakiran berada di depan matanya. Dia akan mencerai-beraikan segala urusannya yang menyatu, dan tidak datang kepadanya dari dunia kecuali sekadar yang telah ditakdirkan baginya." (HR. Tirmidzi)

Berita Terbaru