-->

Iklan

Covid-19 Belum Berakhir, Bogor Resmikan Pusat Isolasi Khusus

Selasa, 19 Mei 2020

BOGOR, Progresif.id - Bupati Bogor, Jawa Barat, Ade Yasin meresmikan Pusat Isolasi Covid-19 Kabupaten Bogor di Wisma Diklat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM)  Kemendagri yang berada di wilayah Kecamatan Kemang, Senin (18/5/2020) siang.

Dijelaskan Ade Yasin, pusat isolasi mandiri yang bertempat di Wisma Diklat BPSDM ini sudah sudah mendapat izin dari Mendagri. Pada Maret 2020 lalu, Pemkab Bogor sudah menyampaikan akan membangun pusat isolasi mandiri untuk pasien Covid-19 yang masih dalam kategori ringan.

"Karena kalau masih kategori ringan, kemudian dirawat di rumah sakit, akan membuat pasien merasa dirinya benar-benar sakit," kata bupati.

Dia menyebutkan, dari 30 rumah sakit yang ada di Kabupaten Bogor, tercatat 29 rumah sakit yang menjadi rujukan Covid-19, diantaranya 4 RSUD, 1 RS vertikal, 1 RS TNI dan 23 RS swasta.

"Namun, dengan total 131 ruang isolasi dan jumlah sarana yang ada, dikhawatirkan belum mencukupi kebutuhan dalam penanganan Covid-19," tambahnya.

Maka, dengan fasilitas di pusat isolasi mandiri, bupati berharap, bisa memberikan manfaat untuk penanganan Covid-19. Di wisma Diklat BPSDM ini memiliki 84 tempat tidur, yang terdiri dari 64 tempat tidur untuk Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan 20 tempat tidur Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ringan.

Pusat isolasi Covid-19 ini juga dilengkapi dengan layanan IGD  dengan kapasitas 5 tempat tidur, pelayanan laboratorium sederhana dan depo farmasi. 

Diketahui, terhitung Jum'at (15/5/2020) tercatat total kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bogor ada 168 kasus antara lain, sembuh 26 orang, meninggal dunia 11 orang dan pasien positif yang aktif atau dalam perawatan ada 131 orang. [rls]

Kolom netizen

Buka kolom netizen

Lentera Islam


 "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an dan sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya" (Al Qur'an, surat Al Hijr: 9)

Berita Terbaru

Opini

+