Iklan

Forum Masyarakat Karawang Bakal 'Sweeping' WNA China

Minggu, 12 Januari 2020
KARAWANG - Mensikapi tindakan pelanggaran kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang telah dilakukan oleh China di Laut Natuna yang merupakan wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia dan sampai 11 Januari 2020 masih melakukan provokasi, Forum Masyarakat Karawang (FMK) telah melakukan musyawarah untuk menyatakan sikap.

Ketua FMK, Cepyan menegaskan, sikap yang akan dilakukan yaitu, pertama mendukung sepenuhnya upaya Presiden, TNI, POLRI dan seluruh komponen bangsa dalam melakukan upaya penegakan hukum atas kedaulatan NKRI.

Kedua, meminta China untuk menghentikan upaya provokatifnya dengan melakukan pelanggaran
kedaulatan, meminta maaf atas tindakannya, mengakui seutuhnya kedaulatan wilayah NKRI serta tidak melakukan tindakan serupa di wilayah kedaulatan NKRI.

Ketiga, menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Kabupaten Karawang untuk tidak terprovokasi melakukan tindakan sendiri sebagai ungkapan kekecewaan dan kemarahan atas pelanggaran kedaulatan yang dilakukan China kepada NKRI.

Keempat, jika China tetap pada tindakan pelanggarannya dan atau melakukan tindakan serupa di manapun dalam wilayah NKRI, maka FMK menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Kabupaten Karawang untuk melakukan pembelaan secara maksimal atas kedulatan NKRI.

Serta menyerukan agar melakukan 'sweeping' WNA asal China dan 
memaksa mereka untuk kembali ke negaranya, serta merampas seluruh aset-aset milik WNA asal China dan aset-aset milik Negara China, kemudian menyerahkannya kepada 
pemerintah NKRI.

"Pernyataan ini kami sampaikan, seraya memohon perlindungan dari Alloh SWT,  semoga kita semua tetap menjaga kesatuan dan persatuan sebagai wujud kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia," tandas Cepyan. (rls/spn)
Kolom netizen

Buka kolom netizen

Lentera Islam


 "Dari Anas bin Malik RA, ia berkata Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa menjadikan akhirat tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kekayaannya di dalam hatinya. Dia akan mengumpulkan segala urusannya yang tercerai berai, dan dunia datang padanya dalam keadaan hina. Dan barang siapa menjadikan dunia tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kefakiran berada di depan matanya. Dia akan mencerai-beraikan segala urusannya yang menyatu, dan tidak datang kepadanya dari dunia kecuali sekadar yang telah ditakdirkan baginya." (HR. Tirmidzi)

Berita Terbaru