• Jelajahi

    Copyright © Berita Inspiratif Progresif.id
    Berita aktual tepercaya

    Kanal Video

    Bupati Kembali Giatkan Gotong Royong di Pedesaan

    Rabu, 09 Mei 2018
    KARAWANG, KarawangNews.com - Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana mengajak seluruh masyarakat untuk kembali melakukan gotong royong, memperbaiki infrastruktur desa dengan alat seadanya. Ini diungkapkan bupati pada kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGM) ke-15 tahun 2018 di Lapang Tugu Proklamasi, Rengasdengklok, Rabu (9/5/2018) pagi.

    "Hari gotong royong ini merupakan semangat kita, gotong royong ini bukan milik stakeholder pemerintah, tetapi milik masyarakat," kata Cellica.

    Kata dia, kegiatan ini mempunyai tujuan untuk mempercepat proses keseimbangan pembangunan antara perkotaan dan perdesaan. Untuk itu, dalam pelaksanaannya sangat membutuhkan dukungan partisipasi dari seluruh komponen masyarakat, sehingga BBGM merupakan pembangunan yang berasal dari rakyat, untuk rakyat dan dilaksanakan oleh rakyat serta hasilnya diharapkan bermanfaat bagi kepentingan hajat orang banyak.

    Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Karawang, Drs. Ade Sudiana menjelaskan, Desa Rawagempol Wetan, Kecamatan Cilamaya Wetan masuk nominasi desa terbaik tiga besar tingkat Provinsi Jawa Barat. Ini contoh desa yang telah melaksanakan program ini dengan hasil terbaik.

    "Teknisnya, gotong royong ini harus rutin dilakukan di tiap desa yang dipimpin langsung oleh kepala desa masing-masing, tiap hari Jumat dan Sabtu," kata Ade.

    Jika masyarakat butuh alat berat pada saat pelaksanaan gotong royong, sambung Ade, bisa koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar dipinjamkan alat berat. 

    "Selama ini, gotong royong yang sering dilakukan yaitu bersih-bersih dan Siskamling yang merupakan partisipasi masyarakat," jelasnya.

    Diakuinya,rasa kebersamaan dan gotong-royong semakin memudar, kepekaan sosial mulai berkurang, tegur sapa dan bercengkrama serta kesadaran saling membantu sudah mulai luntur. Maka, perlu peran aparatur desa agar gotong royong bisa kembali dilakukan.

    "Hari gotong royong ini untuk kembali memotivasi masyarakat, yaitu dengan menggerakan kembali masyarakat agar menyadari pentingnya gotong royong," ucapnya.

    Selain itu, bersamaan pelaksanaan BBGRM ini dilakukan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-45, yaitu meningkatkan partisipasi keluarga dalam mewujudkan masyarakat yang berintegrasi dan mandiri. PKK punya makna yang mendalam menyumbangkan dharma bhaktinya bagi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. Mengingat, gerakan PKK merupakan wadah aktivitas sosial kemasyarakatan bagi keluarga. (spn)
    Kolom netizen >>>

    Buka kolom netizen

    Lentera Islam


    "Jika engkau mengikuti (kemauan) kebanyakan orang (kafir) di bumi ini (dalam urusan agama), niscaya mereka akan menyesatkan dari jalan Allah. Mereka hanya mengikuti persangkaan belaka dan mereka hanyalah kebohongan" (Q.S Al-An'am Ayat 116)

    Berita Terbaru

    infrastruktur

    +