Iklan

Dukung Ridwan Kamil - Daniel, Sri Rahayu Diberhentikan

Rabu, 03 Januari 2018
KARAWANG, KarawangNews.com - Ketua DPD Partai Golkar Karawang, Sri Rahayu Agustina diberhentikan oleh Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, disinyalir pemberhentian ini dilakukan karena Sri Rahayu secara terbuka mendukung pasangan Ridwan Kamil - Daniel di Pilgub Jabar 2018.

Pergantian pengisian ketua DPD Partai Golkar Karawang dilakukan dengan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Partai Golkar Karawang, Rabu (3/1/2018) siang, di Sekretariat DPD Partai Golkar Karawang, Jalan Ahmad Yani, Karawang.

Pemberhentian ini pasca lengsernya Setya Novanto dari posisi Ketua Umum Partai Golkar, sehingga merubah peta politik untuk Pilgub Jawa Barat. Pada Munaslub yang digelar Partai Golkar, terpilihlah Airlangga sebagai Ketua Umum Partai Golkar, menggantikan Setya Novanto.

Airlangga yang menggantikan posisi Setya Novanto langsung mencabut rekomendasi dukungan Partai Golkar kepada calon gubernur Ridwan Kami dan calon wakil gubernur Daniel Mutaqin, kemudian menggantikan dukungan kepada calon gubernur Jawa Barat kepada Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

DPD Partai Golkar Karawang yang terlanjur dan secara terbuka telah mendukung pasangan Ridwan Kamil - Daniel, oleh Dedi Mulyadi langsung diberhentikan. Kemudian Dedi Mulyadi memberi posisi jabatan kepada Sri Rahayu sebagai Ketua Bappilu Wilayah 8 Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, meliputi Kabupaten Karawang dan Purwakarta.

Diakui Dedi, Sri Rahayu tidak diberhentikan, tetapi dipindahkan posisi jabatan dari ketua partai menjadi ketua Bappilu, maka dengan diangkatnya Sri Rahayu sebagai Ketua Bappilu, secara otomatis ketua DPD Partai Golkar Karawang kosong, maka untuk mengisi kekosongan tersebut digelarlah Musdalub dengan menunjuk Mulyono sebagai ketua DPD baru, setelah sebelumnya Mulyono menjabat Plt ketua DPD Partai Golkar Karawang. (had)

Kolom netizen

Buka kolom netizen

Lentera Islam


 "Dari Anas bin Malik RA, ia berkata Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa menjadikan akhirat tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kekayaannya di dalam hatinya. Dia akan mengumpulkan segala urusannya yang tercerai berai, dan dunia datang padanya dalam keadaan hina. Dan barang siapa menjadikan dunia tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kefakiran berada di depan matanya. Dia akan mencerai-beraikan segala urusannya yang menyatu, dan tidak datang kepadanya dari dunia kecuali sekadar yang telah ditakdirkan baginya." (HR. Tirmidzi)

Berita Terbaru