• Jelajahi

    Copyright © Berita Inspiratif Progresif.id
    Berita aktual tepercaya

    Kanal Video

    Tawuran Pelajar Tanggungjawab Semua

    Jumat, 21 Oktober 2016
    KARAWANG - Sebenarnya tanggungjawab masyarakat sangat besar soal tawuran pelajar, tetapi mereka tidak pernah disinggung, mereka serba mendiamkan dan masa bodoh ketika melihat gerombolan pelajar berkumpul.

    Kepala SMK Perbankan Indonesia Karawang, Bambang Pranowo menjelaskan, tawuran pelajar merupakan tanggungjawab semua elemen, ini  berkaitan dengan tata kelola pendidikan, pemerintah pun tidak bisa melepas tanggungjawab ini.

    "Tawuran saat ini, tak lagi terjadi di dekat sekolah, lokasinya jauh dari sekolah, masyarakat harus terlibat dalam hal ini, jangan mendiamkan mereka yang tawuran," kata Bambang, saat ditemui Jumat (21/10/2016) siang di ruang kerjanya.

    Tak hanya itu, lebih jauh menelaah soal tawuran, itu terjadi tak lepas dari regulasi yang dibuat pemerintah, seperti berdirinya SMK tanpa kendali, apalagi SMK itu tidak diikuti kesiapan tenaga pengajar, sarana dan prasarana juga daya dukung yang kurang, sehingga menimbulkan permasalahan.

    Sekolah yang terlalu berdekatan dan berpotensi tawuran pelajar perlu ditata ulang, pemerintah pun diharapkan supaya tidak mudah memberikan perizinan berdirinya SMK tanpa kesiapan, apalagi belum diuji kelayakan.

    Diakuinya, komposisi sekolah tidak akan maksimal, jika jumlah siswa di kelas melebihi ketentuan layanan pendidikan. Ketentuannya maksimal 32 siswa per kelas, saat ini masih ditemukan hingga 45 siswa per kelas, sehingga yang seharusnya satu shif pagi menjadi dua shif.

    Kata Bambang, ketersediaan guru berpengaruh pada kualitas pembelajaran, maka komitmen manajemen sekolah sangat penting diwujudkan, apalagi produk sekolah ini adalah manusia yang tidak bisa diseragamkan, tidak bisa diperlakukan dengan mengesampingkan nilai-nilai yang humanis.

    Di tempat terpisah, Kabid Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang, Rakhmat Gunadi mengatakan, dari 24 jam yang dimiliki siswa, mereka hanya beberapa jam di sekolah, bahkan ketika anaknya sekolah pun masih ada tanggungjawab orangtuanya.

    "Perhatian orangtua kepada anaknya sangat penting, saat ini apakah para orangtua pernah mengecek berapa jam anaknya sekolah dan berapa lama perjalanan anaknya dari rumah ke sekolah dan sebaliknya?" ungkap Gunadi.

    Kata dia, sekolah yang ketat kepada siswanya, juga pengawasan orangtua yang maksimal tidak akan menyebabkan tawuran pelajar. Untuk itu, dalam mengatasi hal ini semua harus terlibat. (spn)
    Kolom netizen >>>

    Buka kolom netizen

    Lentera Islam


    "Jika engkau mengikuti (kemauan) kebanyakan orang (kafir) di bumi ini (dalam urusan agama), niscaya mereka akan menyesatkan dari jalan Allah. Mereka hanya mengikuti persangkaan belaka dan mereka hanyalah kebohongan" (Q.S Al-An'am Ayat 116)

    Berita Terbaru

    infrastruktur

    +