Iklan

Ini Upaya Pemkab Purwakarta Bagi Masyarakatnya yang Kena PHK

Sabtu, 14 November 2020


PURWAKARTA, Progresif.id
- Pandemi Covid-19 sejak Maret 2020 hingga saat ini berdampak parah pada dunia kerja, ribuan karyawan di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat banyak kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak.


Dengan kondisi ini, Pemkab Purwakarta tetap memotivasi dan memberdayakan masyarakatnya melalui terapan teknologi tepat guna yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), konsepnya yaitu pelatihan sebagai upaya meningkatkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM).


"Khususnya bagi para korban PHK dampak pandemi Covid-19, kami harap output-nya dapat melahirkan para wirausahawan baru yang dapat membantu proses memulihkan perekonomian masyarakat," kata Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, pada Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Terapan Teknologi Tepat Guna di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakertrans Purwakarta di Jalan Veteran, beberapa waktu lalu.


Teknologi tepat guna merupakan gerakan idelogis, termasuk manifestasinya yang awalnya diartikulasikan sebagai 'intermediate technology' oleh seorang ekonom bernama Dr. Ernst Friedrich "Fritz" Schumacher dalam karyanya yang berpengaruh, Small is Beautiful.


Walaupun nuansa pemahaman dari teknologi tepat guna sangat beragam di antara banyak bidang ilmu dan penerapannya, teknologi tepat guna umumnya dikenal sebagai pilihan teknologi beserta aplikasinya yang mempunyai karakteristik terdesentralisasi, berskala relatif kecil, padat karya, hemat energi dan terkait erat dengan kondisi lokal


Langkah Pemkab Purwakarta melalui Disnakertrans ini sebagai program untuk masyarakat dalam mengkoordinasikan kesiapan masyarakat dalam menerima produk teknologi.


Masyarakat sebagai penerima produk teknologi berperan serta dalam proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan keberlanjutan, produk teknologi yang diterapkan kepada masyarakat ini selanjutnya dihibahkan untuk masyarakat. 


Kata Ambu Anne, nama sapaan Anne Ratna Mustika, pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan teknologi tepat guna ini dinilai bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi, terlebih disaat pandemi seperti ini. Selain itu, teknologi tepat guna juga bisa meningkatkan kapasitas dan nilai tambah secara ekonomis.


Menurut dia, ada sejumlah pelatihan yang dilakukan oleh dinas terkait, diantaranya pelatihan menjahit, pelatihan sablon atau digital printing, peserta diberi alat dan selama 3 hari selanjutnya para peserta akan mengikuti pelatihan tersebut.


Dijelaskan Ambu Anne, meski sedang dirumahkan atau telah di PHK, dia berharap para peserta pelatihan ini mempunyai kemampuan untuk meningkatkan kembali perekonomian mereka, dengan merintis sebagai wirausaha.


Di tempat sama, Kepala Disnakertrans Purwakarta, Titov Firman melalui Kabid Penempatan Tenaga Kerja, Tuti Gantini mengatakan, kegiatan pemberdayaan terapan tepat guna ini berupa pelatihan menjahit dan sablon.


"Sementara ini, dari 1.091 orang karyawan korban PHK yang tercatat pada dinas kami sekitar 560 orang yang kita ikut sertakan dalam pelatihan ini, pada beberapa tahap dan lokasi," kata dia.


Kata tuti, Disnakertrans tetap konsen pada pengangguran dan tenaga kerja terdampak pandemi Covid-19 dan yang menjadi korban PHK. Dia berharap, meski terkena PHK, masyarakat tetap punya keahlian dan bisa memiliki usaha sendiri. (adv)


Kolom netizen

Buka kolom netizen

Lentera Islam


 "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an dan sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya" (Al Qur'an, surat Al Hijr: 9)

Berita Terbaru